Friday, April 17, 2020

Siapa yang Menemukan Narkoba Pertama Kali ?



Sudah bukan rahasia umum lagi kalau Indonesia saat ini dalam keadaan darurat narkoba. Rasanya sudah sangat sulit memutus mata rantai penyebaran narkoba. Hampir semua orang kini bisa mendapatkan barang haram tersebut dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Alih-alih menghadapi kenyataan dengan berjuang memberantas narkoba, saya kok berpikirnya lain. Seandainya saja bisa kembali ke masa lalu seperti di film-film, kemudian menemui orang penemu narkoba pertama kali dan menyarankan agar gak jadi bikin ramuan narkoba.

Bisa gak ya..

Faktanya menurut sejarah narkoba semula dikomsumsi dalam bentuk mentah. Misal orang dulu mengkomsi buah ovium tanpa diolah secara modern seperti sekarang.

Seperti dikutip dari Yahoo Answer, Candu pertama dikenal oleh bangsa Sumeria, mereka menyebutnya "Hul Gill" yang artinya 'tumbuhan yang menggembirakan' karena efek yang diberikan tumbuhan tersebut bisa melegakan rasa sakit dan memudahkan penggunanya cepat terlelap.

Namun filsuf dan ahli medis Hippocrates, Plinius, Theophratus dan Dioscorides menggunakan candu sebagai bagian dari pengobatan, terutama pembedahan. Saat itu Hippocrates belum menemukan bahan aktif candu namun ia tahu kegunaan candu yang sifatnya analgesik (pereda rasa sakit) dan narkotik.

Jadi awalnya narkoba ini tujuannya baik yaitu untuk medis. Namun sesuai perkembangan jaman, narkoba disalahgunakan untuk "asik-asik".

Dari awal bentuk narkoba masih mentah, perubahan dan perkembangan narkoba kini semakin beragam.

Dulu candu masih dikonsumsi mentah, baru pada 1805 morfin mulai dikenal untuk pertama kalinya menggantikan candu mentah (opium). Penggunaan candu yang berlebihan akan menyebabkan ketagihan dan sesak. 

Hampir selama 100 tahun 'kelebihan' candu ini tak diboyong ke Eropa karena dulu Bangsa Eropa menganggap apapun yang dibawa dari Timur adalah barang setan. Candu mentah hanya digunakan untuk pengobatan sampai akhirnya Ratu Elizabeth I menyadari kelebihan opium dan membawanya ke Inggris.

Candu mulai dikenalkan di Persia di India dan Persia oleh Alexander the Great pada 330 sebelum masehi. Pada jaman itu orang India dan Persia menggunakan candu dalam acara jamuan makan dengan tujuan rileksasi.

Dan kini di jaman sekarang dimana bentuk dan jenis semakin berkembang. Semula bahan mentah, semi sintensis maupun sintensis. Salah penemu racikan obat yang kini menyesali hasil temuannya yang belakang termasuk kedalam narkoba.


Ilmuwan David Nichols, penemu racikan kimia yang mirip ekstasi dan asam lisergat dietilamida (LSD) itu menyesali hasil temuannya. Pasalnya temuan itu disalahgunakan sebagian orang hingga menyebabkan ancaman terhadap jiwa manusia akibat overdosis.


Nichols meneliti bagaimana obat psychedelic beraksi di otak tikus. Racikan kimia itu mampu menjelaskan bagaimana bagian-bagian otak bekerja. Nichols kemudian menerbitkan hasil temuannya dan berharap suatu hari hasil karyanya akan dipakai ilmuwan lain untuk mengobati depresi dan penyakit parkinson.

Nichols sudah mempelajari obat psychedelic selama 40 tahun, khususnya serotonin, yang masuk ke setiap bagian otak dan berkaitan dengan nafsu makan, tidur, seks, agresi, apapun.

Namun, harapannya pupus. Hasil kerja Nichols ke luar dari lingkaran ilmiah dan justru dibajak dan digunakan untuk membuat obat-obatan ilegal murah yang dijual di jalanan.

Ia mengestimasi setidaknya lima dari ratusan racikan kimia buatannya telah diubah secara ngawur jadi narkoba. Sebelumnya, Nichols tak pernah membayangkan hasil temuannya ke luar dari laboratorium.

"Bayangkan, Anda bekerja demi tujuan mulia namun disalahgunakan seperti ini," kata Nichols, seperti dimuat AP, Kamis (6/1/2011).

Sebenarnya penemu narkoba bukanlah satu orang saja. Karena narkoba sendiri jenisnya banyak. Kamu bisa nyari lebih lengkapnya di internet ya.

Satu hal yang harus kamu ketahui Tujuan dibuat obat-obatan berjenis narkotika ini juga bukan membuat orang kecanduan. Awalnya untuk pengobatan. Namun sebagian orang menyalahi aturan dan mengkonsumsi obat terlarang ini dalam dosis melebihi ketentuan.

Dan sekarang rasanya mustahil untuk kembali ke masa lalu, men-stop penelitian berkaitan dengan narkotika ini dan merubah kenyataan. Kenyataan bahwa kita sekarang harus berperang melawan narkoba. Juga rasanya gak mungkin kita berdiam diri saja sampai ditemukan mesin waktu.

Update tahun 2020, belakangan saya jadi berpikir. Seumpama pun tidak pernah ada penelitian yang dilakukan
Ilmuwan David Nichols. Bisa saja ada lebih banyak usaha-usaha yang dilakukan manusia yang bermuara pada penyalah gunaan Narkoba. Sejatinya narkoba berupa obat yang tujuannya untuk menyembuhkan. Hanya saja telah ternyata penyalahgunaan sehingga dampaknya merusak mental dan fisik umat manusia.


Sumber: http://tribunnews.com/iptek/2011/01/07/ilmuwan-ini-menyesalli-hasil-temuannya
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080704051238AADkV5Y
loading...
Previous Post
Next Post