Minggu, 22 November 2020

Akibat Pengendara Cilik di Jalanan



Pengendara-pengendara kuda besi yang mengkhawatirkan


melihat akhir-akhir ini sifat pengendara, khususnya sepeda motor sungguh mengkhawatirkan. Dari pengendara ugal-ugalan, gak pake helm, tidak menghidupkan lampu send bahkan ada yang sengaja melepas lampu send tersebut. Hualaa..

Dan yang sangat mengkhawatirkan fenomena penunggang-penunggang kuda besi cilik. Teknologi semakin berkembang bersamaan itu manusia juga semakin berkembang. Anak kecil pun semakin canggih , kemampuan yang seharusnya baru dimiliki 5 tahun kedepan, sekarang dia sudah mampu.

Contohnya anak berumur 10-11 tahun (6 SD) sudah mampu mengendarai sepeda motor. Pantas atau tidaknya mereka berada di jalan dengan mengendari sepeda motor itu tergantung pada fisik dan kejiwaan anak tersebut dan juga ajaran dan izin orang tuanya juga. Hal ini menimbulkan akibat yang baik dan buruk.

Akibat Buruk Pengendara Anak Kecil
menambah jumlah kecelakaan lalu lintas. Saya pribadi pernah mengalami kecelakaan sepeda motor akibat menabrak becak (motor beroda 3) , sebabnya pengendara becak tersebut menghentikan kendaraannya secara mendadak tanpa ada tanda lampu apapun. parahnya pengendara becak tersebut masih anak seusia 12-13 tahun (1 SMP). Sudah di jelaskan bagaimana ugal-ugalannya gaya mengendara anak smp itu. Walaupun saat itu saya masih 3 SMK, tapi alhamdulillah saya gak mau kebut-kebutan. (membela diri) atau takut ngebut.. ðŸ˜›

Akibat Baik Pengendara Anak Kecil
terlepas gaya ugal-ugal pengendara cilik, namun masih ada sisi baik dari pengendara cilik ini. Salah satunya menambah kemampuan (skil) dia, melatih dia berkendara sejak dini, karena kemampuan berkendara di cukup diperlukan pada saat dewasanya nanti. Namun harus di bawah pengawasan orang tua, jarak perjalanan berkendara yang pendek dan tidak di jalan ramai. Tentunya segala sesuatu itu akan menhasilkan akibat yang baik jika di gunakan dan dilakukan dengan baik.

Pengendara-pengendara kuda besi yang mengkhawatirkan

melihat akhir-akhir ini sifat pengendara, khususnya sepeda motor sungguh mengkhawatirkan. Dari pengendara ugal-ugalan, gak pake helm, tidak menghidupkan lampu send bahkan ada yang sengaja melepas lampu send tersebut. Hualaa..

Dan yang sangat mengkhawatirkan fenomena penunggang-penunggang kuda besi cilik. Teknologi semakin berkembang bersamaan itu manusia juga semakin berkembang. Anak kecil pun semakin canggih , kemampuan yang seharusnya baru dimiliki 5 tahun kedepan, sekarang dia sudah mampu.

Contohnya anak berumur 10-11 tahun (6 SD) sudah mampu mengendarai sepeda motor. Pantas atau tidaknya mereka berada di jalan dengan mengendari sepeda motor itu tergantung pada fisik dan kejiwaan anak tersebut dan juga ajaran dan izin orang tuanya juga. Hal ini menimbulkan akibat yang baik dan buruk.

Akibat Buruk Pengendara Anak Kecil
menambah jumlah kecelakaan lalu lintas. Saya pribadi pernah mengalami kecelakaan sepeda motor akibat menabrak becak (motor beroda 3) , sebabnya pengendara becak tersebut menghentikan kendaraannya secara mendadak tanpa ada tanda lampu apapun. parahnya pengendara becak tersebut masih anak seusia 12-13 tahun (1 SMP). Sudah di jelaskan bagaimana ugal-ugalannya gaya mengendara anak smp itu. Walaupun saat itu saya masih 3 SMK, tapi alhamdulillah saya gak mau kebut-kebutan. (membela diri) atau takut ngebut.. ðŸ˜›

Akibat Baik Pengendara Anak Kecil
terlepas gaya ugal-ugal pengendara cilik, namun masih ada sisi baik dari pengendara cilik ini (jika sudah cukup usia). Salah satunya menambah kemampuan (skil) dia, melatih dia berkendara sejak dini, karena kemampuan berkendara cukup diperlukan pada saat dewasanya nanti. Namun harus di bawah pengawasan orang tua, jarak perjalanan berkendara yang pendek dan tidak di jalan ramai. Tentunya segala sesuatu itu akan menghasilkan akibat yang baik jika di gunakan dan dilakukan dengan baik.