Minggu, 02 Januari 2022

Rokok, Demokrasi dan Dominasi Mayoritas

Saya adalah seorang yang tidak merokok. Tapi rasanya sulit mengatakan itu sebuah kebanggaan. Lebih tepatnya sulit cari letak dimana yang bisa dibanggakan?

Dari segi kesehatan, saya ini tergolong orang yang gampang sakit. Kehujanan sedikit saja, besoknya flu. Sedangkan orang yang merokok terlihat kebal-kebal saja meski mandi hujan. Masih sehat-sehat saja.

Sementara urusan dompet. Ya saya gak mengingkari teori bahwa orang yang tidak merokok akan memiliki isi dompet yang tebal. Tapi ini juga bukan sesuatu yang tidak terlalu dibanggakan. Takutnya nanti malu sama orang yang merokok tapi lebih tajir.

Hingga saat ada orang bilang kalau cowok yang tidak merokok agak ada lembek-lembeknya. Meski maksudnya agak ambigu. Tapi saya iyain aja.

Memangnya kenapa? Toh kenyataannya begitu. Misal saat lagi ngumpul, gak lama saya cabut karena ada yang merokok sembarangan. Sama asap saja kabur, benar-benar cemen diriku.

Serius ini. Saya memang merasa menjadi orang lemah karena tidak merokok. Definisi lemah disini ialah ketika kita tahu sesuatu yang benar, tapi tidak berdaya ketika lebih banyak orang yang berkata sesuatu tersebut salah. Dan akhirnya harus mengalah.

Tapi Insyaallah saya tidak bego dan polos amat. Meski saya akui seseorang yang tidak merokok itu lembek, kesannya lemah atau sebagainya. Namun saya tetap menyiapkan argumen untuk serangan balik. Tapi tidak sekarang, nikmati aja tulisan ini dulu.

Jika demokrasi merupakan metode pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak. Maka dapat dipastikan rokok merupakan bentuk demokrasi yang baik.

Pemahaman demokrasi seperti ini yang saya lihat khususnya di Indonesia. Misal memilih pemimpin diambil dari suara terbanyak. Metode demikian baik, bila prosesnya sesuai aturan yang berlaku. Memang sewajarnya begitu, karena pemimpin semesti didukung mayoritas rakyatnya.

Tapi apa jadinya jika pemahaman demokrasi seperti itu diterapkan dalam kebiasaan merokok. Tentu para perokok yang akan menang karena jumlahnya lebih banyak di tongkrongan pada umumnya. No debat.

Persoalan rokok ini memang selalu didebatkan dimana-mana. Bagi orang yang tidak merokok, tentu akan memegang teguh kesehatan yang utama. Tapi para perokok juga memiliki 1001 pembenaran merokok itu gak apa-apa. Dan yang diandalkan para perokok ialah nasib karyawan pabrik rokok.

Tapi terus terang saya tidak mau terlibat perdebatan tentang rokok secara mendalam. Karena meskipun saya tahu asap rokok itu berbahaya. Namun seumpama dalam satu kelompok hanya saya yang tidak merokok. Maka tidak mungkin saya menceramahi orang-orang disitu tentang bahaya merokok apalagi sampai mengusir mereka. Walau jelas-jelas itu hak saya sebaik orang yang tidak merokok untuk menegur sekelompok orang yang merokok tidak pada tempatnya.

Akan tetapi itu konyol. Saya juga tidak se-naif itu. Jika sekitar saya pada merokok, maka lebih baik saya menghindar. Apalagi cuma saya sendiri yang tidak merokok. Inikan wilayah yang katanya demokrasi, dimana mayoritas yang berkuasa.

Wah… kok jadi menyerempet ke politik ya. Tenang ini masih soal rokok. Dimana rokok besar karena banyak penikmatnya. Sekalipun fakta ilmu kesehatan mengatakan merokok itu membunuhmu. Tapi dikarenakan jumlah perokok yang banyak dan masih hidup, secara tidak langsung memberikan kesan bahwa merokok itu tidak apa-apa.

Seperti halnya post true, dimana sesuatu yang salah jika dilakukan banyak orang dan berulang kali terjadi. Maka akan menjadi sesuatu yang lumrah bahkan menjadi benar.

Bahkan jangan kaget, jika orang-orang yang tidak merokok karena jumlahnya minoritas justru dikatain lemah, banci dan sebagainya.

Kejadian seperti itu banyak kok terjadi khususnya yang saya lihat dan dengar. Mungkin kesannya aneh, ketika seseorang yang tidak merokok jadi malah dipaksa merokok. Kalau cerita dipergaulan sering dicekoki rokok mungkin sudah sering terjadi. Tapi saya pikir cerita berikut ini beda.

Saya pernah dengar sendiri ada seorang istri yang menganjurkan suami untuk merokok. Tujuannya agar suami terlihat jantan, sama seperti bapak-bapak yang lain. Padahal suaminya tidak merokok. Aneh saja, duh ibu ini. Mendapat suami yang tidak merokok saya pikir merupakan anugerah. Perkara kejantanan kan bisa diuji ke lingkup yang lebih privat ya.

Kemudian ada seorang bapak yang mendapat perlakuan diskriminasi dari pabrik tempatnya bekerja karena tidak merokok. Jadi di pabriknya memberikan jatah istirahat buat merokok di sela bekerja. Tujuan dari pabrik betul, agar pekerja tidak merokok sambil kerja. Nah, lucunya seorang bapak tadi kan tidak merokok. Jadi tidak boleh istirahat." kata Si Mandor yang juga ambil jatah istirahat merokok.

Memang tidak adil, ketika yang lain boleh istirahat untuk merokok yang mana rokoknya disediakan pabrik juga. Tapi bapak tadi tidak boleh istirahat karena tidak merokok. Sementara disuruh lanjut kerja tanpa keuntungan lainnya. Besoknya Si Bapak malang tadi mengakali dengan pura-pura emut rokok aja.

Ya ini yang saya anggap sebagai rokok yang merupakan bentuk demokrasi yang baik. Dimana yang diutamakan suara paling banyak.

Sekalipun kita tahu jika kita tidak merokok itu baik dan benar, tapi kalau di lingkungan kita lebih banyak yang merokok. Maka kita yang mengalah. Anggap saja ini bentuk toleransi.

Beruntung bagi kalian yang tidak merokok tapi masih berada di lingkungan orang yang merokok tapi masih punya etika. Tidak sembarangan hisap rokok dimanapun berada dan menghargai orang tidak merokok.

Sesungguhnya merokok juga bukan sesuatu yang mesti dikecam atau didebatkan. Jika kita semua menghargai hak masing-masing.

Saya yang tidak merokok juga ogah menasehati perokok agar berhenti. Buat apa, saya yakin dia punya alasan sendiri atas pilihannya sebagai perokok. Sepanjang perokok tahu aturan tidak merokok sembarangan, lihat arah angin dan menghargai yang tidak merokok. Maka saya menghormatinya.

Dan tidak ada yang dipermasalahkan. Kecuali jika ada perokok yang tidak punya etika dan egois. Maka maaf saja saya katakan jenis orang seperti itu sebagai orang lemah, lembek dan sebagainya.

Apa itu? Orang yang merokok karena terpengaruh pergaulan, supaya dibilang keren dan sebagainya. Katanya tidak punya uang, tapi untuk rokok selalu diada-adakan. Hingga kita sadar betapa lemahnya perokok itu.

Tidak bisa menjadi diri sendiri, mudah terpengaruh. Hanya mengikuti sesuatu yang banyak orang lain lakukan, tanpa memikirkan mana yang benar.

Dan perokok itu lemah ketika tidak kuat menahan kecanduannya, sementara isi kantong sudah tidak sanggup lagi.

Please, ini bukan bermaksud menghina perokok. Anggap saja kita sedang berdemokrasi. Secara jumlah perokok memang lebih banyak dan mendominasi di tongkrongan-tongkrongan. Tapi jangan sembarangan membuat pembenaran-pembenaran yang mengatakan merokok itu lebih baik, lebih keren dan sebagainya. Apalagi sampai mengatakan orang yang tidak merokok itu lembek, aneh dan sebagainya.

Layaknya hidup berdemokrasi. Meski mayoritas selalu berkuasa. Jangan sepelekan suara minoritas. Karena mayoritas dan minoritas belum tentu selalu berbanding lurus benar dan salah. Jadi jangan paling merasa diri yang paling benar, meski yang sepakat denganmu banyak.

Jumat, 31 Desember 2021

Beda Kasus Antara Jerawat Dengan Menutup Aurat dan Aib

Sungguh saya tidak bermasalah dengan pendapat yang mengatakan penampilan itu gak cuma dilihat dari fisik melainkan perilaku. Dan Jerawat hanya hal sepele, benjolan kecil saja. Jangan terlalu uring-uringan tutupi jerawat sementara aurat & aib diumbar kemana-mana.

Justru saya setuju dengan pendapat yang bilang jerawat itu hal sepele, tidak perlu stres untuk menutup-nutupinya. Karena rasanya lebih elok menutup aib maupun menjaga kesopanan dalam penampilan. Tapi hal tersebut berlaku sejauh mana lambe-lambe julid disana juga ditutup.

Ya benar, jerawat itu cuma benjol kecil. Dipencet juga pecah. Entar juga sembuh. Tapi masalahnya tidak segampang itu bos. Efek dan bekas jerawat itu sangat mengganggu. Terutama reaksi orang-orang yang melihat. Jerawat memang tidak berdosa, tapi menimbulkan komentator jahat.

Jika jerawat tidak timbul di wajah mungkin persoalannya tidak serumit itu. Mungkin kita akan lebih pede menampilkan benjol akibat kejedot pintu dibanding jerawat yang meradang.

Jerawat hanya puncak gunung es

Kelihatannya aja jerawat kecil. Tapi bagaimana jika itu hanya puncak dari sebuah gunung es? Dibawahnya banyak masalah yang menyertainya. Sebagai orang yang masa remajanya ditemani teman kecil bernama jerawat. Saya merasakannya demikian.

Bahwa betul penampilan jerawat itu kecil. Tapi dampak yang ditimbulkan besar. Dan terutama reaksi dari orang-orang yang melihatnya. Belum lagi komentar-komentar yang tidak perlu dari mereka.

Dari yang disinggung masalah percintaan, stres sampai yang hanya memperhatikan tapi dengan wajah jijik. Sebenarnya reaksi seperti itu dapat diterima. Tapi alangkah baiknya reaksi seperti itu jangan ditunjukan di depan orang banyak. Seolah ingin memberi tahu banyak orang bahwa seseorang sedang jerawatan. *eh lihat nih jerawatnya jelek*.

Jika kalian peduli, lebih baik tunjukan reaksi kaget kalian melihat jerawat seseorang di kondisi dan tempat yang pas. Seperti langsung saja tawarkan bantuan, kasih saran skincare yang bagus atau bayar. Dan lebih jempol, ajakin saja cek ke klinik. Dibayari!

Minimal jika tidak bisa seperti itu, maka diam saja. Saya tahu di kita budayanya kolektif. Saling pedulikan satu sama lain. Tapi jika rasa peduli itu hanya berupa reaksi penasaran dan kaget. Tanpa memberi solusi. Sepertinya kita semua perlu belajar budaya dan tata krama lagi deh.

Selama tidak bisa melakukan hal demikian. Maka jangan suka menyamakan persoalan jerawat dengan menutup aurat dan aib.

Jerawat vs aurat dan aib

Oke kata "vs" diatas hanya gimmick aja. Jadi responnya biasa saja ya. Saya paham bahwa menutup aurat maupun menutupi aib sendiri dan orang lain merupakan keutamaan baik di dalam agama maupun norma sosial yang berlaku di masyarakat. Jadi tidak ada perdebatan soal ini.

Lantas bagaimana dengan jerawat. Tidak ada aturan tertulis dan baku yang mengatakan jerawat itu harus ditutupi. Kastanya mungkin di bawah aurat maupun aib yang diutamakan untuk ditutupi.

Kita mungkin bisa cuek dengan jerawat dan pede menampilkan didepan orang banyak. Tapi tidak dengan mulut dan tatapan hina dari orang lain.

Saya harap kita semua dapat mengerti. Sekalipun jerawat ini hanya benjolan kecil, tapi jika head to head sama aurat dan aib, sebenarnya persoalannya hampir sama. Maka tidak heran bila ada orang mati-matian menutupi jerawatnya.

Di bully karena jerawat itu sesungguhnya amat menyakitkan. Sangat menghambat ruang gerak dan tidak bisa tampil ke depan. Karena pastinya akan malu. Jatuhnya jadi insecure, depresi, stres, amit-amit bisa bunuh diri.

Tapi apa jadinya bila ada seseorang yang hanya mementingkan menutup jerawat, sementara auratnya diumbar kemana-mana?

Ya itu tanggung jawab dia. Tugas kita mungkin hanya mengingatkan. Dan bagi saya ini merupakan kasus yang berbeda.

Kita fokus saja mengatasi kasus per kasus. Ini tidak menyinggung soal agama. Jerawatan juga setahu saya bukan dosa. Fokusnya pada kesehatan dan jerawat merupakan siklus wajar bagi remaja. Beruntung bagi mereka yang sanggup beli skincare dan perawatan wajah mumpuni. Nah, bagi yang tidak memiliki kemewahan tersebut, maka mau tidak mau harus menikmati fase remaja tersebut ditemani reaksi "sampah" di luar sana.

Yang tidak wajar itu kita, kita yang sudah tahu jerawat pada remaja itu kewajaran. Tapi masih merespon berlebihan ketika melihat orang jerawatan.

Sekarang intinya mesti adil. Jika aurat dan aib harus ditutup. Jerawat juga ditutup. Maka mulut kita semua juga perlu ditutup. Menghindari mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan orang lain, mesti cuma sekedar tatapan mata yang pedas.

Selasa, 28 Desember 2021

Emang Benar Orang tidak Merokok bisa Jadi Kaya?

Orang tidak merokok cenderung lebih banyak uang, benarkah demikian? Kita mungkin sering mendengar cerita-cerita yang menyenangkan ketika seseorang berhenti merokok maupun yang bukan perokok. Katanya jika uang yang biasanya habis untuk rokok, kemudian ditabung, maka hasilnya bisa beli mobil atau lebih, dalam beberapa tahun.

Bila biaya rokok per hari (per satu bungkus) Rp. 20 ribu. Maka sebulannya sudah menghabiskan Rp. 600 ribu. Bila setahun sekitar Rp. 7,2 juta. Dalam tempo 10 tahun saja sudah berapa coba uang yang bisa terkumpul jika tidak untuk rokok. Cukup banyak, daripada hanya untuk beli rokok. Oia, itu hitungan minimal biaya rokok, karena dari yang saya tahu perokok aktif biasanya habis 2 bungkus per hari.

Hitungan ekonomi ini juga yang menjadi salah satu faktor pendorong saya tidak merokok, di samping alasan kesehatan yang lebih utama. Berhubung saya bukan perokok, mungkin sedikit banyaknya saya bisa berbagi jawaban dari pertanyaan "benarkah tidak merokok bisa bikin kaya?"

Secara hitung-hitungan ekonomi secara kasar, tentu saja bisa. Dalam rincian, pengeluaran berkurang, artinya semakin banyak uang yang tersimpan. Nah, tentu hitung-hitungan tersebut menjadi percuma jika tidak ada pemasukan sama sekali. Darimana uang yang mau ditabung? Meski tetap jadi misteri, ketika orang pengangguran tapi rokok tetap jalan terus itu ceritanya gimana?

Dalam kondisi normal, maksudnya pemasukan tetap ada. Ketika kita tidak merokok, maka peluang kita untuk menabung akan lebih besar. Saya pribadi merasakan hal demikian, meski penghasilan saya tidak banyak. Namun karena saya tidak merokok, maka jadi sangat membantu dalam urusan ekonomi.

Tapi itu tidak mutlak terjadi ketika kita tidak merokok, maka otomatis uang banyak dan jadi orang kaya. Tidak begitu.

Kenyataannya dari orang-orang yang saya pernah saya temui dan mungkin kamu pernah alami. Bahwa ada juga orang yang tidak merokok tapi tetap kesusahan ekonomi. Sementara yang perokok aktif hidupnya lebih mapan.

Jelas saja bisa begitu, meski seorang perokok tapi dia kerjanya lebih giat, maka uang bisa lebih banyak dong. Sementara orang yang meski tidak pernah merokok sekalipun, tapi kerjanya malas, ya uangnya juga sedikit.

Kemudian ada faktor gaya hidup. Ada orang yang tidak merokok, tapi dia hedon. Suka menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting. Itu sih sama saja. Boro-boro mau sisihkan uang. Kagak sampai ngutang sana-sini saja sudah syukur.

Beberapa faktor orang bisa menjadi kaya atau minimal uangnya banyak. Bukan karena tidak merokok saja, lantas bisa bikin kaya raya. Itu semua didasari dari niat menabung, kerja dan komitmen.

Oke, kita bisa saja membayangkan "jika 10 tahun lalu tidak merokok, maka saat ini aku sudah punya puluhan juta Rupiah". Maka untuk sepuluh tahun kedepan kamu putuskan tidak merokok. Apakah uang puluhan juta akan terkumpul?

Jika diniatkan ditabung. Maka bisa. Namun jika tidak ditabung, pengeluaran tetap boros, kerja malas, hedon pula lagi. Maka selamat tinggal saja kawan!!

Disini saya bukan ahli keuangan. Tapi disini saya ingin berbagi tips yang mungkin sudah diketahui banyak orang. Jadi walaupun kita tidak merokok, maka tetap sediakan "uang rokok" yang seharusnya dibelikan rokok, jadi ditabung saja. Harus konsisten.

Dan tetap kurangi pengeluaran yang tidak penting. Karena percuma saja menutup satu lubang di ember berisi, tapi 4 lubang lain dibiarkan saja. Itu hanya memperlambat habisnya air dalam ember, tapi tidak mampu menyimpannya.

Jadi kita jangan suka telan mentah-mentah "harapan indah" yang mengatakan jika tidak merokok bisa bikin kaya. Tidak merokok yang seperti apa dulu bos! Jika tidak merokok tapi malas kerja, ya sama saja bohong. Tidak merokok, tapi gak menabung, sama seperti pakai masker tapi cuma di dagu. Juga jika tidak merokok tapi gaya hidup hedonisme, hahaha Bye.. Bye..

Tetapi, semua penjelasan di artikel ini tidak sepenuhnya berlaku bagi mereka para "sultan".

Dokter itu Malas Nulis atau Memang Sengaja Tulisannya Jelek?


Dokter itu kan pendidikannya tinggi kan ya? Tapi kok tulisannya jelek? Tulisan ceker ayam. Sebenarnya dokter itu malas menulis atau memang sengaja supaya pasien tidak bisa baca resep obat.

Fakta tulisan dokter jelek ini sudah banyak diketahui banyak orang. Jawabannya sebenarnya gampang saja, supaya pasiennya tidak bisa membaca atau mengetahui isi dari resep obat yang dibuat dokter.

Dan itu demi kebaikan dari para pasien. Karena sebuah obat medis belum tentu cocok untuk mengobati penyakit yang sama secara berkali-kali atau untuk pasien lainnya. Jadi bahaya sekali jika pasien sampai menyalahgunakan resep obat.

Tentu dokter tidak sembarangan memberi resep obat, meski tulisan resep terlihat seperti asal-asalan. Sangking jeleknya tulisan dokter, sampai tidak bisa terbaca oleh pasien. Tapi Apoteker dapat memahaminya.

Pemberian resep dokter tidak sembarangan. Jangan dikira kita bisa mengkonsumsi obat yang sama secara berulang. Karena dokter buat resep obat juga memperhatikan aspek umur, gejala, jenis kelamin, riwayat penyakit pasien dan sebagainya.

Jadi itu tujuan resep dokter ditulis dengan tulisan yang jelek. Karena ini berkaitan dengan obat pemulihan pasien ya bersifat rahasia. Biarkan menjadi sandi antara dokter dan apoteker.

Dan beberapa teori lain, menyebutkan tulisan dokter yang jelek pada secarik kertas resep obat. Dilakukan guna mempermudah tugas dokter.

Bayangkan saja, tugas dokter itu berat sekali. Misal dalam sehari seorang dokter melayani 100 pasien. Dalam 8 jam kerja sehari, artinya seorang dokter melayani 1 pasien per 5 menit.

Sungguh pekerjaan yang berpacu dengan waktu dalam mengobati pasien. Setelah memeriksa pasien, diagnosa, kemudian menulis resep obat sambil ngobrol sama pasien terkait penyakitnya.

Jadi wajar saja tulisan dokter jadi tidak rapi. Selain memang tujuannya agar hanya diketahui oleh orang tertentu saja, yaitu apoteker. Dan seorang dokter juga disebut sudah terbiasa menulis cepat karena semenjak kuliah terbiasa merangkum buku terkait Fisiologi Kedokteran yang tebal bukan main tersebut.

Tulisan resep dokter seperti cakar ayam memang sudah jadi cerita lama. Kebiasan tersebut sudah mulai ditinggalkan. Alasannya karena semakin majunya teknologi komunikasi dan media tulis. Juga meminimalisir kemungkinan miskomunikasi antara dokter dan apoteker.

Resep dokter kini juga ditulis secara komputerisasi. Meskipun demikian kode-kode dalam obat juga tetap njlimet. Jadi jangan sok tahu membaca resep obat.

Beruntungnya kini sudah tersedia sejumlah aplikasi telemedicine. Dimana kita bisa berobat lewat perangkat gawai. Dalam kondisi normal atau penyakit ringan. Kita bisa konsultasi sama dokter secara online dan obat bisa langsung diantarkan ke rumah pasien.

Selasa, 21 Desember 2021

Seandainya Indonesia Tidak Dijajah Belanda, Seperti Apa Negara Ini Sekarang?

Sejarah memang tidak bisa diubah dengan kembali ke masa lalu, dan berharap sejarah hari ini berubah. Tapi kalau cuma berandai-andai boleh dong ya. Sejarah negara Indonesia kini kita tahu meraih kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, yang setiap tahunnya diperingati hingga kini.

Momen ketika perjuangan bangsa ini mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi, dengan selamat sentosa mengantarkan Bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaannya. Lantas, apa jadinya ya seandainya Indonesia tidak pernah dijajah? Apa yang terjadi hari ini ya? Apa kita sudah merdeka? Jika tidak pernah dijajah.

Seandainya dulu bangsa Eropa tidak keranjingan rempah-rempah, mungkin mereka tidak terlalu agresif menemukan rempah-rempah. Tidak datang ke Nusantara. Mungkin tidak ada nama Indonesia. Bayangkan, sejak Konstantinopel runtuh. Bangsa Eropa harus mengelilingi Benua Afrika lalu ke Timur untuk menemukan Dunia Baru, ke Nusantara, surganya rempah-rempah.

Bayangkan sejarah tersebut tidak ada. Tidak ada rempah disini, tidak datang penjajah dan kita (bangsa Indonesia) tidak pernah dijajah.

Dalam studi sejarah, ada yang disebut dengan telaah kontrafaktual histori. Jeremy Black dan Donald M. Macraild dalam buku Studying History, yang dikutip Vice, menjelaskan bahwa telaah histori semacam ini disebut sebagai upaya memproyeksikan sekian kemungkinan yang tidak pernah terjadi, atau seharusnya terjadi, untuk memahami lebih utuh sebuah peristiwa atau sejarah.

Andi Achian, seorang sejarahwan yang memahami metode kontrafaktual sejarah, pernah berdiskusi terhadap hal ini pada Vice. Kamu ingin tahu jika Indonesia tidak pernah dijajah oleh Belanda?

Andi menjelaskan bahwa hal yang mungkin terjadi jika Indonesia tidak pernah dijajah Belanda ialah industrialisasi yang lebih maju dari sekarang. Sejumlah daerah pesisir Indonesia akan sangat berkembang pesat karena perdagangan. Memang pada awalnya perdagangan di kawasan Nusantara sudah berkembang pesat dan memiliki ekonomi yang kuat.

Sudah jelas, datangnya penjajah dari VOC, Hindia Belanda sampai Jepang memang sangat menghambat perdagangan dan ekonomi Nusantara. Tanpa adanya Kolonialisme, Nusantara memang sudah menguasai perdagangan Asia.

Dominasi kolonial lah yang sudah menghambatnya. "Jadi, dengan atau tanpa kedatangan Eropa, sebetulnya Nusantara sudah menjadi bagian jaringan perdagangan dunia,’’ ujar Bondan Kanumayoso, dosen Ilmu Sejarah, Universitas Indonesia kepada GNFI (16/7/). Bondan pernah menerbitkan disertasinya berjudul Nasionalisasi Perusahaan Belanda di Indonesia (2001).

Jadi seperti itulah seandainya Indonesia tidak pernah dijajah. Tidak ada maksud ingin mengingkari sejarah. Namun setidaknya kita jadi tahu bahwa kemungkinan lebih baik bila tidak ada penjajahan di muka Bumi ini. Dengan begitu kita akan berusaha untuk terus menolak penjajah dalam bentuk apapun.

Sabtu, 18 Desember 2021

Nama Negaranya Netherland, Tapi Kok Kita Sebut Belanda?

Nama Belanda sepertinya tidak asing lagi ditelinga bangsa Indonesia. Dalam sejarah Tanah Air, Belanda kita kenal sebagai negara yang telah menjajah Indonesia.

Mungkin telah bertahun-tahun kita mengenal Belanda sebagai nama sebuah negara. Tapi tahukah kamu? bahwa Belanda sesungguhnya bukan nama resmi secara internasional yang dipakai negara itu.

Banyak orang baru menyadari hal ini ketika sedang menonton pertandingan sepakbola internasional. Misalnya Belanda vs Yunani. Di televisi tertera nama Netherlands vs Greece. Nah loh, kok jadi beda banget?

Mengapa orang Indonesia khususnya, menyebut Belanda, Yunani, Mesir. Padahal ketiga nama tersebut memiliki nama lain secara internasional. Misalnya kita mengenal Mesir, tapi dunia internasional mengenal negara asal Mohamed Salah tersebut sebagai Egypt.

Itu karena, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang terbuka dan mudah beradaptasi dengan bahasa asing. Artinya, bahasa Indonesia dapat menyesuaikan dengan bentuk (fonologi) bunyi bahasa asing.

Misalkan nama negara berawalan C disesuaikan lafal bahasa Indonesia menjadi K. Seperti Colombia dan Canada menjadi Kolombia dan Kanada.

Tapi bila Netherlands menjadi Belanda memang membingungkan. Dari Mana jalannya?

Netherlands merupakan nama internasional dari Belanda. Masyarakat dunia juga sering menyebutnya sebagai Holland. Bahkan lebih populer Holland daripada Netherlands. Padahal Holland merupakan satu bagian dari Netherlands. Kota-kota besar seperti Amsterdam, Rotterdam dan Den Haag ada di Holland Selatan dan Utara. Seperti halnya masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia.

Begitupun di Nusantara awalnya juga lebih mengenal nama Holland. Hanya saja pengucapannya bervariasi.

Antara lain, Wolanda (Hikayat Tanah Hitu, 1650), Welanda (Syair Hemop, 1750), Walanda (Warkah Sumatera Barat, 1793-1795), Olanda (Hikayat Maharaja Marakarma, 1844), Holanda (Carita Bangka, 1861), serta Belanda (Majalah Guru, 1931).

Kamu mungkin saja berpikir Holland menjadi Wolanda kemudian jadi Belanda merupakan Cocokologi saja. Padahal tidak juga. Memang kira-kira begitulah bahasa. Sifatnya abritrer alias mana suka. Disesuaikan lidah dari penuturnya.

Tidak ada aturan baku dalam penyebutan nama negara dalam bahasa tertentu. Semuanya dikembalikan pada masyarakat penutur.

Jika ada sebuah negara yang nama internasional sesuai dengan pelafalan bahasa Indonesia, maka tidak ada perubahan. Seperti Iran dan Malaysia.

Kemudian ada nama negara yang ejaannya disesuaikan namun pelafalannya tetap sama. Seperti Irak (Iraq) dan Kosta Rika (Costa Rica).

Lalu Ejaan dan lafal disesuaikan bahasa Indonesia, seperti Prancis (France), Singapura (Singapore) dan Jerman (Germany). Terakhir penyebutan nama negara dengan cara diterjemahkan. Seperti Pantai Gading (Ivory Coast), Selandia Baru (New Zealand) dan Korea Selatan (South Korea).

Dalam kondisi khusus memang penyebutan nama negara dalam bahasa Indonesia memang membingungkan. Belanda (Netherland), Mesir (Egypt) dan Yunani (Greece).

Tentang Belanda sudah dijelaskan di atas. Beda dengan Mesir dan Yunani. Bahasa Indonesia meresap nama kedua negara tersebut dari bahasa Arab. Kedekatan kultural dan sejarah yang menjadi faktornya.

Tidak ada yang salah dengan ini. Justru bangsa Indonesia yang lebih dulu mengenal nama Mesir dan Yunani yang diambil dari bahasa Arab. Dibandingkan Bangsa Barat yang mengenal Egypt dan Greece.

Namun sekali lagi, tidak ada yang salah dalam penyebutan nama negara. Tentu selama itu tidak ada unsur menghina negara atau pihak tertentu.

Kamis, 16 Desember 2021

Langkah-langkah yang Seharusnya Dilakukan Saat Kecewa?

Rasanya hampir setiap orang di dunia ini pernah yang mengalami kecewa. Ya, itu sangat manusiawi. Terlebih saat Pandemi sekarang ini di tahun 2020. Banyak rencana dan harapan harus pupus di tahun ini. Kecewa? Sudah pasti.

Tapi disinilah kita hidup. Kecewa tentu ada. Tapi hidup tetap berjalan. Sebisa mungkin kita jangan biarkan rasa kecewa itu terus berlarut.

Saat sedang kecewa, memang ada rasa ingin balas dendam kepada orang yang membuat kecewa. Tenang! Lebih baik kamu simak dulu Langkah-langkah apa saja yang sebaiknya dilakukan saat sedang kecewa.

Terima Rasa Kecewa tersebut

Kecewa memang sangat menyakitkan. Tapi tidak ada salahnya untuk menerima rasa sakit itu. Daripada membohongi diri sendiri di balik senyuman, walau sedang kecewa. Justru itu bikin rasa sakit tersebut semakin parah. Lebih baik terima keadaan dan coba ikhlas.

Menangis Saja, jangan ditahan

Setiap orang mungkin masih kuat menutupi rasa kecewa di depan orang lain. Tapi ada kalanya disaat sedang sendiri, pertahanan "pura-pura bahagia" tersebut runtuh. Pengen nangis? Mengapa gak?! Menangis saja, jangan ditahan.

Menangis juga punya sisi positif. Agar semuanya plong. Tapi setelahnya, berjanjilah untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut.

Ingat! Setiap orang punya kisahnya masing-masing dan jangan merasa diri paling menderita Sedunia

Tidak ada yang menyangkal betapa menyakitkannya rasa kecewa. Tapi saat kamu sedang kecewa, ingatlah! Kamu tidak sendiri. Jangan berpikir kamu menjadi orang yang paling menderita sedunia. Tanpa bermaksud meremehkan rasa kecewa setiap orang. Namun kita tetap harus bergerak dengan melakukan langkah-langkah yang tepat saat sedang kecewa.

Lakukan hal yang menyenangkan

Memendam rasa kecewa tidak ada gunanya. Hari ini mungkin kamu sedang kecewa, silahkan bersedih. Tapi kamu juga ingin bahagia, bukan?

Bahagia itu bermula dari apa yang kamu pikir dan lakukan. Salurkan rasa emosi akibat kecewa pada kegiatan yang positif. Bisa makan makanan favorit, main games, bermusik, liburan. Berhubung Pandemi Covid-19, lakukanlah kegiatan yang menyenangkan dan positif sesuai protokol kesehatan ya.

Evaluasi harapan

Kecewa itu ada, karena kenyataan yang tidak sesuai harapan. Ketika harapan hanya menjadi angan-angan, rasanya memang sangat menyakitkan. Terlebih bila sudah sangat berharap dan 99% lagi tercapai, namun kenyataannya berkata sebaliknya.

Segera lakukan evaluasi terhadap daftar harapan yang kamu miliki. Boleh jadi bukan ketidakmampuan kamu menggapai harapan. Namun harapanmu yang salah. Cobalah mengevaluasi harapan dengan lebih realistis dan tepat.

Cerita pada teman, keluarga atau orang terdekat

Pada akhirnya kita hanya makhluk sosial, yang membutuhkan peran orang lain dalam menjalani hidup. Beban hidup terlalu berat jika hanya diemban sendiri.

Berbagi kisah sedih pada orang lain memang sederhana itu. Cukup cerita saja apa keluh kesahmu pada orang terdekat, terpercaya dan tepat. Karena cukup berbagi kesedihan pada orang yang tepat, rasanya sudah cukup mengurangi beban tersebut.

Sebaiknya jangan terlalu berharap orang lain akan menyelesaikan masalahmu. Justru itu akan menambah beban. Karena kita jadi berharap lagi, takutnya tidak sesuai harapan dan kecewa lagi.

Mengambil sisi positif

Mungkin ini terdengar klise. Tapi kita sedang tidak dalam posisi menawar. Saat sedang kecewa. Tentu celah sedikit saja untuk bangkit, seharusnya diusahakan sekeras mungkin. Gak usah banyak alasan.

Saat keadaan menjadi kacau balau tak menentu. Cobalah untuk tenang dan berpikir. Apa makna dibalik semua ini? Apakah masih ada sisa kebahagiaan?

Yakinlah tetap ada sisi positif, ada hikmah di setiap peristiwa. Mulai dengan selalu berpikir positif. Jangan sisakan ruang untuk berpikir negatif, karena itu akan memperparah. Seperti dijelaskan di atas, tidak ada tawar menawar lagi. Dunia tidak terbagi atas orang optimis dan pesimis. Orang-orang optimis lah yang berhak menggenggam dunia. Maka itu berusahalah untuk itu.

Singkirkan teman yang membawa dampak negatif

Dalam bergaul memang tidak baik untuk pilih-pilih teman. Sebisa mungkin kita berteman dengan banyak orang. Tapi banyak teman, bukan sekedar banyak secara jumlah. Namun pilihlah pergaulan secara tepat dan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak.

Saat kita menangis karena kecewa. Setelahnya itu juga, berjanjilah untuk tidak melakukan hal yang sama. Artinya jangan biarkan kamu disakiti lagi, jangan biarkan orang lain menyakitimu lagi. Menjauh dan singkirkan orang atau teman membawa dampak negatif.

Untuk mengatasi rasa kecewa itu perlu kesabaran untuk pulih. Tidak bisa simsalabim menjadi tegar dan kuat. Karena ini soal perasaan. Nikmati aja dulu diawal-awal, dan jadikan pembelajaran. Oh seperti ini hidup. Mungkin salahnya ada pada dirimu, orang lain dan lingkungan. Dengan begitu kita dapat meminimalisir kejadian serupa di lain waktu. Sekiranya itu lebih baik, ketimbang pura-pura tegar dan bahagia. Tapi terus terjadi berulang kali.

Selasa, 14 Desember 2021

Mengapa Orang "Bodoh" Bisa Lebih Sukses dari Orang Pintar?

Sebelumnya mohon perhatian, jika kamu merasa memiliki kesamaan dalam isi artikel ini. Sesungguhnya tidak ada maksud mengkotak-kotakan antara "si bodoh" dan "si pintar".

Penilaian atas tingkat kepintaran seseorang sesungguhnya sangat relatif. Penilaiannya tergantung dari sudut pandang masing-masing orang. Dan umumnya pintar dan bodoh dinilai secara akademik.

Sekalipun seseorang telah divonis "bodoh" saat di sekolah. Bukan berarti dunianya berakhir. Bahkan tidak jarang, mereka yang terlihat biasa-biasa saja waktu di sekolah, namun saat bekerja justru menjadi lebih baik.

Tolong jangan salah sangka bahwa menjadi pintar di sekolah tidak ada gunanya, dikarenakan ada orang yang nilai akademiknya biasa-biasa saja justru lebih sukses. Tapi perlu diingat, mereka yang terlihat bodoh di sekolah bisa sukses karena usahanya sendiri. Jadi jangan langsung disama ratakan bahwa bagus secara akademik, tidak lantas menjamin sukses secara keseluruhan, juga sebaliknya.

Tanpa diketahui banyak orang, mereka yang memiliki nilai akademik tidak terlalu baik punya trik dan rahasia khusus saat merintis karir. Seperti apa ya, disimak yuk!

Mudah bersosialisasi

Orang sukses tidak mutlak merupakan orang yang pintar atau yang paling jago melakukan sesuatu hal. Tak sedikit orang yang pintar kesulitan dalam bersosialisasi. Padahal hal tersebut dibutuhkan dalam sebuah kesuksesan. Orang yang mudah bersosialisasi, biasanya lebih mudah mendapat pekerjaan, sekalipun dia tidak terlalu pintar. Namun perlu diingat, ketika koneksi ke dunia kerja sudah didapat. Keuletan bekerja tetaplah yang utama.

Tidak malu mempromosikan diri

Tidak peduli pintar atau biasa-biasa saja seseorang tersebut. Mempromosikan diri, tampil ke depan dan percaya diri menunjukkan diri kehadapan orang banyak, merupakan hal penting dalam menunjang karir. Hanya saja sebagian orang yang merasa pintar, mempromosikan diri itu merupakan perbuatan yang memalukan. Sementara orang yang biasa-biasa saja, tidak ragu dalam mempromosikan dirinya.

Gak malu minta bantuan

Kesuksesan itu memang dapat diraih dengan kerja kerasmu. Apalagi jika mendapat bantuan dari orang lain, tentu pekerjaan jadi lebih mudah. Sukses merupakan perpaduan antara membantu dan dibantu, seperti itulah kolaborasi. Sayangnya bagi mereka yang sudah merasa ahli, terasa sungkan untuk meminta bantuan. Sebaliknya orang yang terlihat biasa-biasa saja, biasanya tidak sungkan meminta bantuan agar lebih memudahkan tugasnya dan peluang untuk sukses lebih besar.

Aksi saja dulu

Memikirkan segala sesuatunya secara matang-matang memang bagus, agar rencana berjalan baik dan meminimalisir resiko. Tapi kalau hanya kebanyakan mikir tanpa ada eksekusi, gimana dong, gak bakal kemana-kemana.

Bagi mereka yang nilai akademiknya biasa-biasa, biasanya mereka gak terlalu suka berpikir terlalu lama. Kenapa gak untuk memulai saja? Ya langsung aksi saja. Itulah sebabnya mereka yang biasa-biasa saja terlihat lebih sukses dibandingkan mereka yang terlihat pintar.

PeDe aja

PeDe alias percaya diri. Kepercayaan pada diri sendiri diperlukan untuk sebuah kesuksesan. Tanpa memandang bodoh atau pintar seseorang tersebut.

Kepercayaan diri muncul sebab seseorang yakin pada dirinya sendiri. Terkadang orang tidak yakin pada dirinya, meskipun sebenarnya mampu. Tapi karena terlalu banyak berpikir dan obsesi terlihat sempurna, justru jadi sudah maju.

Sementara orang yang biasa-biasa saja, lebih berani dan percaya diri. Terpenting ialah usaha untuk mempersiapkan diri, jika akhirnya belum berhasil, maka itu wajar dan bisa dicoba lagi.

Pada akhirnya, kesuksesan itu tidak memandang seberapa tinggi tingkat kepintaran seseorang. Kesuksesan bisa diraih seseorang karena perilaku dan kepribadiannya. Yakin saja bahwa diri sendiri sanggup untuk melakukan apa yang perlu dan disenangi.

Mengapa Orang-orang Hidupnya Selalu Beruntung?

Keberuntungan? Siapa sih yang tidak mau mendapatkan nikmat Tuhan yang satu ini. Umumnya orang ingin keberuntungan dalam hidupnya. Meskipun hari ini kegagalan yang didapati, namun akan selalu ada harapan besok hari, lusa, minggu depan, bulan depan, bahkan tahun baru, berharap keberuntungan baru akan segera hadir.

Namun inilah hidup. Tidak selamanya selalu beruntung. Sampai terkadang terbesit pikiran heran ketika melihat ada orang yang hidupnya hampir selalu dinaungi keberuntungan. Nasibnya mujur terus.

Mengapa demikian? Adakah rahasianya? Nyatanya keberuntungan bukan semata duit segepok yang kita temukan di pinggir jalan, dapat flash sale dan sebagainya. Melainkan keberuntugan merupakan sebuah proses yang bisa kita usahakan secara logis.

Jadi bagi kamu yang sering sial, jangan gampang menyerah dulu. Menurut penelitian yang dilakukan Profesor Richard J. Wiseman, seorang psikolog dari Universitas Hertfordshire di Inggris. Orang-orang yang kerap beruntung dalam hidupnya, bukanlah mereka berdiam diri saja lalu mengharap segalanya jatuh dari langit. Akan tetapi ada pola atau kebiasaan yang tidak dilakukan oleh orang yang sering mengalami sial.

Orang-orang yang sering sial juga bisa mengalami keberuntungan jika mereka melakukan sesuatu kebiasaan dari orang yang beruntung.

Nah, sekarang pertanyaan. Apa saja kebiasaan yang dapat dilakukan agar keberuntungan menaungi hidup kita. Langsung saja disimak berikut ini:

Enjoy dan memaksimalkan peluang

Memaksimalkan peluang dalam hidup tidak bisa dilakukan terburu-buru, serakah dan stress. Enjoy saja saat memanfaatkan peluang. Terbuka pada hal baru, artinya mengikuti perkembangan zaman. Tanpa sifat-sifat demikian rasanya sulit untuk memaksimalkan peluang dalam hidup. Memanfaatkan segala peluang untuk menjadikan karya yang bermanfaat untuk orang lain.

Mengikuti hati nurani

Percaya tidak percaya, sudah banyak kejadian dimana dengan mengikuti hati nurani, maka keberuntungan akan mengikuti. Ini bukan semata peristiwa magic. Melainkan tentang seseorang yang percaya pada hati nurani. Dan tentunya nurani perlu diasa dengan merenung dan berdoa. Perlu kamu tahu, orang-orang seperti ini yakin pada pilihannya dan tidak takut gagal.

Karena yakin akan beruntung

Orang-orang yang beruntung biasanya yakin bahwa dirinya akan beruntung. Ini bukan berarti terlalu percaya diri. Hanya saja cara pandang orang tersebut melihat dunia. Orang yang beruntung memandang dunia dengan positif.

Mereka percaya hari ini maupun besok Ia akan beruntung. Dan meyakini dunia ini penuh keberkahan. Sehingga Ia tidak merasa resah karenanya.

Bahkan, saat ini mereka yakin ada keberuntungan dibaliknya

Sebenarnya rahasia agar hidup beruntung itu cukup sederhana. Ini lebih kepada bagaimana kita menyikapi keadaan. Saat kita yakin akan mendapatkan keberuntungan. Maka yakini juga bahwa tidak selamanya hidup selalu beruntung, lebih tepatnya belum beruntung.

Keberuntungan tidak selamanya selalu datang dengan kegembiraan di awal. Orang-orang yang beruntung meyakini, sekalipun dalam kesialan. Akan ada banyak keberuntungan setelah. Mereka selalu mengambil hikmah di balik kesedihan, musibah dan kesialan. Dengan begitu, setidaknya mereka tidak larut dalam keterpurukan. Dan segera mencari solusi dan menjemput keberuntungannya.

Senin, 13 Desember 2021

Kenapa Semakin Tambah Usia, Waktu Berjalan Lebih Cepat?

Umur setiap manusia semakin bertambah setiap tahunnya. Dan entah kenapa, semakin bertambah usia, waktu terasa begitu cepat berlalu. Terutama bagi para orang dewasa. Tidak seperti waktu kecil dulu, dimana menunggu libur sekolah rasanya lama banget.

Bagi orang dewasa, hari berlalu cepat tanpa disadari. Kenapa ya? Apa ini tuntutan usia bahwa semakin dewasa jangan terlalu diresapi hidup ini, melainkan harus bergerak cepat dan berpikir kedepan. Sehingga rutinitas padat, sibuk, lalu tak terasa sudah berapa Purnama terlewatkan tanpa adanya dia di sisi.

Oh tidak, daripada semakin gak jelas. Lebih baik kita simak sedikit rahasia Kenapa semakin tambah umur, waktu berjalan semakin cepat?

Waktu Berjalan Lambat ketika otak memproses ilmu lebih banyak. Hal ini sering terjadi pada masa kanak-kanak

Sampai disini paham kan? Bahwa anak-anak merasa waktu berlalu lebih lama. Karena banyaknya informasi baru yang masuk. Dengan banyaknya stimulus baru, otak kita membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses informasi sehingga periode waktunya terasa makin panjang untuk bisa melakukan sesuatu. Kondisinya menjadi berubah ketika sudah dewasa.

Juga ada persepsi lain soal laju waktu yang semakin lama semakin cepat. Disebabkan karena perlambatan metabolisme pada diri orang dewasa. Ditandai dengan melambatnya detak jantung dan nafas.

Berbeda dengan detak jantung dan nafas anak kecil yang lebih cepat. Membuat bagi anak kecil, hal tersebut membuat lebih banyak waktu untuk dihabiskan.

Tetaplah pelajari sesuatu yang baru, agar hidup tidak sekedar pagi nunggu sore

Proses penyerapan informasi baru, justru lebih lama ketimbang peristiwa itu sendiri. Inilah yang membuat terasa lebih banyak waktu dihabiskan.

Lalu apa hubungannya dengan laju waktu yang kita alami? Semakin bertambah usia seseorang, maka Ia juga akan jadi lebih terbiasa dengan lingkungannya. Alhasil Ia merasa tidak ada hal baru lagi mesti diperhatikan. Seolah berjalan seperti biasa aja. Dan waktu berjalan lebih cepat.

Berbeda dengan anak kecil yang memandang dunia penuh dengan hal baru. Bagaimanapun air hujan turun, mengapa langit berwarna biru dan awan putih, dan banyak lagi. Memikirkan itu semua memang akan menghabiskan waktu. Tapi setidaknya dengan demikian waktu berlalu tidak begitu-begitu saja.

Perbedaan demikian jelas diketahui bahwa sebenarnya orang dewasa terjebak pada rutinitas sehingga sering kali mereka merasa hari berlalu tanpa perbedaan yang berarti sehingga tidak menyadari waktu terus berlalu.

Terbiasa dengan rutinitas harian, membuat waktu berjalan begitu cepat

Banyak teori yang menjelaskan mengapa semakin lama semakin waktu cepat berlalu. Penjelasannya cukup ilmiah dan rumit. Tapi disini ringkasnya saja ya.

Masih sama seperti poin sebelumnya. Orang-orang dewasa banyak yang terjebak pada rutinitas harian, tanpa mereka sadari. Misalnya terjebak di jalanan yang macet. Bahkan ada yang bilang, sangking macetnya jalanan tersebut, banyak orang yang menua di jalan. Karena begitu banyak waktu yang dihabiskan di sana. Ya ini contoh rutinitas yang membuat kita tidak terasa sudah banyak waktu berlalu begitu saja.

Seolah waktu berjalan seperti mengambang saja, begitu cepat. Semakin kita terbiasa pada suatu rutinitas. Maka hari-hari akan terlewati seperti halnya hari-hari biasa.

Jangan khawatir soal ini. Ini bukan karena Bumi yang berputar lebih cepat. Lebih kepada pikiran kita sendiri. Jadi kalau kamu tidak mau waktu berjalan begitu saja. Maka pandai-pandai mengisi rutinitas yang menarik dan bermanfaat. Memang bagi orang dewasa wajib bekerja. Tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan sesuatu yang disukai dan membuat setiap hari berbeda dari hari biasanya.

Semua kembali pada dirimu menjalani hidup di dunia ini. Terserah padamu hidup seperti apa. Yang jelas, waktu akan terus berlalu. Tanpa peduli kamu suka atau tidak.

Mengapa Saat Bahagia Waktu Terasa Lebih Cepat


Banyak hal yang sering kita jadikan alasan untuk menuding dunia ini gak adil. Salah satu halnya "waktu". Mengapa waktu berjalan lambat saat bersedih, tapi saat sedang bahagia waktu berjalan begitu cepat? Benarkah dunia "seberCanda" itu?

Tapi Tunggu dulu, boleh jadi itu disebabkan dari pikiran kita sendiri. Waktu tetap 24 jam sehari. Lama dan cepatnya waktu berjalan tergantung dari persepsi dari setiap orang. Dipengaruhi kondisi emosional orang tersebut.

Topik demikian sudah banyak dibahas di beberapa website. Penjelasannya cukup spesifik dan ilmiah. Tapi tenang saja, pada artikel kali ini sebisa mungkin akan dijelaskan secara sederhana. Mengutip artikel dari Bobo.id (1/2/21), kondisi dimana kita merasa waktu berjalan begitu cepat saat bahagia, sementara sebaliknya ketika sedih ataupun bosan waktu jadi terasa lambat, dinamakan Holiday Paradox

Yang mana maksudnya kondisi cepat dan lambat waktu berdasarkan perasaan. Meskipun sebenarnya waktu tetap berjalan normal. Mengapa begitu? Penjelasannya begini, ketika kita sedang bosan atau gak mood misalnya sama suatu keadaan. Nah saat itu pikiran kita menjadi tidak sibuk dan fokus menjadi terpecah. Kita jadi mulai sering melirik ke arah jam. "Ayolah kapan kesengsaraan ini berakhir?". Kira-kira begitulah yang kita pikirkan kalau lagi bosan atau tidak bahagia.

Kabar buruknya, momen seperti tersebut jadi terasa lebih lama. Itu karena pikiran kita sendiri. Pikiran kita hanya bersifat jangka pendek. Sederhananya, kita hanya memikirkan kapan waktu berlalu namun uda gak tau lagi melakukan apapun. Walhasil, waktu berjalan jadi terasa lebih lama.

Sebenarnya manusiawi saja, saat kita sedang sedih memang pikiran jadi buntu. Gak tau lagi mau melakukan apa. Terkadang ada positifnya juga, agar saat itu kita memiliki waktu lebih untuk introspeksi dan evaluasi diri saat kondisi tidak bahagia.

Sementara saat sedang bahagia. Kita biasanya lebih fokus pada momen yang sedang kita nikmati. Pikiran juga jadi ramai. Banyak hal yang menyenangkan yang ingin dilakukan. Sampai lupa waktu. Itulah sebabnya waktu berjalan lebih cepat, perasaannya begitu.

Berbanding terbalik saat menjadi kenangan. Saat kita bersedih maupun bosan dengan keadaan, waktu memang seolah terasa lambat. Meski sebenarnya waktu tetap berjalan normal. Begitu juga sebaliknya saat sedih atau bosan, jalannya waktu menjadi lambat .

Namun keadaannya menjadi berbanding terbalik. Saat momen bahagia dan sedih menjadi kenangan atau memori. Sering kali terjadi, pada saat sedang bahagia jadi lupa waktu. Waktu terlewati dengan cepat tanpa terasa. Namun saat momen indah tersebut dikenang kembali, banyak kenangan yang diingat. Bahkan untuk menceritakan kembali kenangan indah tersebut, boleh jadi waktu yang dihabiskan untuk cerita lebih banyak dari waktu kejadian sesungguhnya.

Beginilah, waktu memang misteri. Lama tidaklah waktu terkadang tergantung pada persepsi perasaan masing-masing orang. Pada kegiatan rutinitas, misalnya bersekolah maupun bekerja. Kegiatan yang sudah rutin dilakukan. Maka akan lebih sedikit momen baru yang terjadi. Karena sudah sering dilalui.

Sehingga saat mengingat kembali momen tersebut, maka lebih sedikit kenangan yang diingat. Tidak banyak yang dapat diceritakan dari kegiatan rutinitas yang terulang sehari-hari. Walaupun saat menjalani rutinitas kita merasa waktu berjalan lambat. Namun saat menjadi kenangan, menjadi lebih singkat.

Dari sini kita tahu bahwa perasaan atau kondisi hati dan pikiran mempengaruhi persepsi kita pada waktu. Saat sedih waktu terasa lambat, sementara saat bahagia waktu berjalan lebih cepat. Maka itu sebaik mungkin nikmati momen bahagia yang kamu miliki.

Sabtu, 11 Desember 2021

Awal Mula Kebiasaan Makan Satu Kali Jadi Tiga Kali Sehari

Makan 3 kali sehari sudah lazim dilakukan masa sekarang. Bahkan dianggap sebagai keharusan bagi sebagian orang, selalu makan pagi (sarapan), makan siang dan malam hari.

Karena sangking umumnya kebiasaan makan 3 kali sehari, mungkin kita tidak pernah kepikiran "memang harus ya makan sampai 3 kali sehari?". Kenapa begitu?

Padahal nih, kebiasaan selalu makan di pagi, siang dan malam hari dulunya tidak ada. Yang ada cuma kebiasan makan sekali saja dalam sehari.

Lantas bagaimana awal mula kebiasaan makan yang semula cuma sekali menjadi tiga kali sehari? Simak penjelasan berikut ini ya?

Awal mula makan cuma satu kali sehari

Terjadi pada zaman Romawi, menurut sejarawan makanan Caronline Yeldham, kebiasaan makanan tiga kali sehari seperti sekarang tidak ada pada zaman dahulu.

Orang Romawi percaya bahwa makan cuma sekali dalam sehari lebih menyehatkan, terutama untuk kesehatan pencernaan.

Bahkan masyarakat Romawi kala itu menganggap makan lebih dari sekali sebagai bentuk kerakusan.

Sementara pada abad pertengahan, kebiasaan makan masyarakat banyak mencontoh gaya hidup pemuka agama.

Seorang sejarawan makanan Ivan Day menjelaskan bahwa pemuka agama pada saat itu tidak makan apa-apa sebelum misa pagi.

Daging juga hanya dikonsumsi selama setengah tahun saja, tidak setiap hari.

Di Inggris, dikenal istilah Full Breakfast. Kebiasaan makan masyarakat negeri Ratu Elizabeth ini juga dipengaruhi oleh ritual keagamaan.

Sebelum umat Kristiani melakukan puasa Paskah, diharuskan ada telur dan daging pada menu makanan. Inilah awal mula full breakfast.

Namun ada pendapat yang menyatakan bahwa breakfast sendiri bukanlah menu makanan yang dimakan pada pagi atau sarapan.

Melainkan ada kemungkinan bahwa kata breakfast dimaknai sebagai breaking the nightâs fast. Atau membatalkan puasa sejak malam hari.

Memasuki abad ke-17, menurut Chef Clarissa Dickson Wright, kebiasaan sarapan mulai dikenal di Inggris. Dan semakin populer pada abad ke-19.

Pada abad ke-19 juga ditandai dengan masuknya era industri. Masyarakat mulai sibuk bekerja. Kebiasaan dipengaruhi jam kerja. Sehingga masyarakat harus makan di pagi hari atau sarapan, agar punya tenaga bekerja.

Pada rentang waktu 1920-1930, sarapan mulai dianggap waktu makan paling baik.

Awal mula adanya makan siang

Masih bermula pada zaman Romawi dan abad pertengahan yang awalnya hanya makan sekali sehari saja pada siang hari. Waktu makan ini disebut dinner atau makan malam.

Pada masa sebelum listrik belum ditemukan. Masyarakat kala itu bangun lebih pagi dan mulai beladang sejak subuh. Sehingga mereka menjadi lapar dan makan di siang hari.

Nah, setelah listrik ditemukan. Waktu makan menjadi lebih malam. Mungkin karena itu ya dikenal jadi istilah dinner atau makan malam.

Sementara di siang hari, masyarakat kala itu juga makan. Atau lebih tepatnya makan makanan lebih ringan. Lunch, ya istilah itu yang dikenal sebagai makan siang.

Istilah Lunch sebagai makan siang mulai dikenal pada abad ke-19. kata lunch berasal dari kata nuncheon dalam bahasa Anglo-Saxon. Yang artinya makanan ringan di antara makan, yang dipegang dengan dua tangan.

Memasuki era industri. Orang-orang jadi lebih sibuk bekerja di pabrik. Kebiasaan makan mulai berubah. Waktu makan jadi mengikuti jam kerja. Masyarakat akhirnya juga melakukan makan siang.

Awal mula adanya makan malam

Pada zaman Romawi, sebenarnya sudah ada menu makan malam. Hanya saja waktu makannya bukan di malam hari.

Hal itu dikarenakan belum ditemukan listrik. Penerangan hanya tersedia pada pagi dan siang hari memanfaatkan sinar matahari.

Setelah listrik dan lampu mulai ditemukan. Makan malam semakin bergeser semakin malam.

Di abad ke-18, masyarakat perkotaan mulai melakukan kebiasaan makan tiga kali sehari.

Kemudian pada abad ke-19 makan malam semakin lazim dilakukan. Kebiasaan ini tak terlepas dari gaya hidup masyarakat yang semakin sibuk bekerja dan baru pulang pada malam hari. Jadinya mereka baru sempat makan pada malam hari.

Sementara pada waktu libur, makan malam masih dilakukan. Hanya saja waktu makan tidak terlalu malam.

Kesimpulannya, perubahan kebiasaan makan yang dari sekali sehari saja menjadi tiga kali. Kemudian adanya kebiasaan sarapan, makan siang dan malam hari.

Sesuai dijelaskan di atas, diketahui kebiasaan dan waktu makan dipengaruhi dari ditemukannya listrik beserta lampu penerangan. Lalu sejak memasuki masa industri, ternyata memberi pengaruh besar pada kebiasaan makan masyarakat. Waktu makan menjadi mengikuti jam kerja. Dan sepertinya, kesibukan bekerja tersebut membuat makan sekali sehari menjadi tidak cukup. Sehingga harus makan sampai tiga kali sehari. Agar punya tenaga buat kerja keras, hehehe..

Jumat, 10 Desember 2021

Mengapa Milenial Perlu Investasi Bitcoin?

Pandemi Covid-19 nampaknya telah menimbulkan kebiasaan baru ditengah-tengah masyarakat, termasuk dalam urusan investasi. Masyarakat mulai sadar pentingnya menyimpan dana. Mengubah pandangan banyak orang bahwa cara menyimpan dana secara konvensional tidak lagi cukup melindungi nilai uang dari laju inflasi. Maka investasi menjadi cara yang dipilih.

Terutama di kalangan kaum milenial atau pemuda, kesadaran untuk investasi menjadi semakin tinggi. Saat ini jenis investasi juga tidak hanya pada emas dan properti saja. Investasi Saham, reksadana dan obligasi negara juga semakin lazim dilakukan. Hingga terbaru, menyimpan uang dalam bentuk mata uang kripto (cryptocurrency) juga dipilih sebagai objek investasi.

Sejak kemunculan mata uang digital, diawali dengan hadirnya Bitcoin. Pertama dipantang sebelah mata dan sangat mengkawatirkan karena mata uang jenis baru ini sangat liar. Hari ini melonjak tinggi, besoknya anjlok seanjloknya.

Namun beberapa tahun belakang ini, persepsi orang-orang tentang Bitcoin mulai berupa. Sampai milenial bisa mulai bertanya "mengapa perlu milenial berinvestasi Bitcoin?". Kiranya sejumlah data yang dikutip dari Kontan(20/02/21) berikut ini bisa jadi pertimbangan para milenial.

Minat berinvestasi milenial meningkatkan lebih dari 100%

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI mengungkapkan data bahwa jumlah investor dalam kategori usia 18 tahun-25 tahun meningkat hingga 120,6% antara tahun 2016 dan 2018.

Seperti dijelaskan dipengantar artikel ini. Minat investasi milenial saat ini beragam. Tidak hanya pada saham, reksadana, obligasi pemerintah dan properti. Namun sejak hadirnya Bitcoin, Cryptocurrency mulai dilirik sebagai objek investasi menjanjikan.

Bitcoin merupakan instrumen investasi paling menguntungkan

Sejak Bitcoin hadir dan diperkenalkan ke publik. Nilai Bitcoin terus meningkat. Hingga pada 2017 saja nilainya valuasinya sudah mencapai Rp 275 juta (US$ 20.000) untuk 1 Bitcoin. Dan di 2021 ini sudah…

Berdasarkan kajian dari CNN pada akhir 2019, Bitcoin dinilai sebagai instrumen paling menguntungkan pada di dekade ini. Kinerja profitnya lebih menguntungkan dibandingkan saham dan obligasi dalam 10 tahun terakhir.

Sebagai perbandingan untuk mengetahui pertumbuhan nilai Bitcoin, tapi jangan terkejut ya. Jika kamu menginvestasikan uang Rp14000 pada awal dekade ini, maka nilai investasimu akan bernilai Rp1,2 miliar pada hari ini (data pada 2020).

Menurut survei, Bitcoin populer dan mendapat sambutan positif dari para milenial

Menurut survei Harris Poll tahun 2019, 30% milenial lebih memilih investasi Bitcoin dibandingkan dengan obligasi pemerintah, 27% memilih Bitcoin daripada saham, dan 24% memilih Bitcoin daripada investasi properti.

Kemudian 20% diantara mengaku sudah memiliki Bitcoin. Dan 59% koresponden berasal dari kelompok usia 18 hingga 34 tahun berpandangan positif terhadap Bitcoin sebagai inovasi keuangan yang menjanjikan.

Regulasi pemerintah terkait investasi Bitcoin dkk

Beberapa tahun terakhir iklim investasi Bitcoin atau mata uang kripto di Indonesia secara keseluruhan berkembang baik. Tampaknya Bitcoin dkk diterima dengan baik di dalam negeri.

Diikuti juga kejelasan regulasi dari badan pemerintah terkait aturan investasi Bitcoin. Dengan regulasi tersebut menjamin sisi keamanan dari investasi Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Harga Bitcoin mulai stabil dan diperkirakan akan naik terus

Sejak awal keraguan akan Bitcoin karena nilai yang sangat tidak stabil. Namun beberapa tahun ini harga Bitcoin mulai mencapai pada titik stabil.

Seiring dengan penerimaan masyarakat yang baik akan Bitcoin, sebagai pembayaran ke luar negeri dan ekosistem yang terbentuk. Maka diperkirakan harga Bitcoin akan terus naik.

Ekosistem Bitcoin yang mulai terbentuk

Penjelasan sederhananya ekosistem Bitcoin sama seperti lingkungan hidup. Mesti adanya semua unsur yang mendukung kehidupan. Begitu juga dengan Bitcoin. Berbagai unsur harus terpenuhi guna mendukung berlangsungnya transaksi Bitcoin.

Seperti dijelaskan diatas, adanya regulasi pemerintah termasuk dalam unsur yang mendukung Bitcoin terus berkembang. Kemudian adanya "penambang", bursa, ewallet, alat transaksi, hingga berbagai pernyataan dari para publik figur juga turut mendukung Bitcoin. Pada akhirnya menimbulkan sendiri minat publik untuk berinvestasi di mata uang kripto.

Beberapa perusahaan mulai menerapkan Bitcoin sebagai opsi alat pembayaran. Termasuk klub sepakbola asal Inggris, Walverhampton Wanderers FC juga telah menerima konsep mata uang digital. Mereka bekerjasama dengan CoinDeal untuk mempromosikan Cryptocurrency.

Tapi ingat, berinvestasi Bitcoin tetaplah berisiko tinggi

Semenarik apapun kisah-kisah manis dari Bitcoin. Tetap perlu diingat, investasi Bitcoin tetaplah memiliki risiko yang tinggi. Dengan tingginya penambahan nilai, artinya Bitcoin juga memiliki risiko tinggi.

Maka itu perlu kehati-hatian dan informasi yang memadai saat hendak bertransaksi Bitcoin. Dalam dunia usaha dan investasi, risiko tetap ada. Inilah yang perlu disadari bersama.

Artikel ini hanya menyajikan data terkait Bitcoin dan mata uang kripto secara keseluruhan. Tidak ada ajakan langsung maupun tidak langsung untuk bertransaksi Bitcoin. Mata uang kripto sangat fluktuatif. Keputusan transaksi Bitcoin merupakan keputusan pribadi Anda sendiri.

Kamis, 09 Desember 2021

Aksi Elon Musk Pompom Dogecoin Dinilai Mengkhawatirkan, Mengapa?



Akhir-akhir ini minat investasi masyarakat semakin menggeliat. Misalnya investasi pada pasar saham, di media sosial banyak didapati unggahan netizen berupa tangkapan layar portofolionya. Selain kemudahan membeli saham secara online lewat smartphone, meningkatkannya minat investasi sekarang ini juga didukung aksi pom-pom sejumlah influencer.

Tapi tidak ada aksi pom-pom yang sefenomenal kicauan Elon Musk. Kenaikan Dogecoin sungguh drastis. Dari ratusan Rupiah bisa nyaris seribu Rupiah. Rumornya 1 Dogecoin bisa setara 1 Dollar (USD).

Tidak hanya CEO Tesla saja yang mengendorse mata uang kripto. musisi Snoop Dog serta Gene Simmons, juga ikuti jejak Musk. Sehingga harga Dogecoin mencapai nilai tertinggi sepanjang masa.

Bagi mereka yang sudah pegang Dogecoin sebelum kenaikan ini. Tentunya mereka akan senang. Tapi kenyataanya tidak semuanya begitu.

Beberapa orang yang bergelut di dunia mata uang kripto justru berpendapat sebaliknya terkait melejitnya pamor Dogecoin.

Seorang investor Ventura yang juga berkecimpung dalam Bitcoin, Nick Carter berpendapat bahwa antusiasme yang ditunjukkan Musk pada mata uang kripto termasuk Dogecoin tersebut mengkhawatirkan. Dan menilai bahwa tweet Musk bertujuan untuk kepentingan investor.

"Sayangnya, banyak investor ritel yang bisa saja kehilangan uang mereka melalui dogecoin dalam jangka panjang, sebab di sana tidak benar-benar ada hal yang menarik terkait dengar teknologi," ujar Carter seperti dikutip dari portal berita kompas.com (24/2/21).

Salah satu pendiri perusahaan data Coin Metrics dan Castle Island Venture ini juga menganggap Dogecoin hanyalah cangkang kosong yang mana orang membeli hanya untuk hiburan sehingga harganya naik.

Carter mengaku dirinya pertama kali mengenal mata uang kripto lewat Dogecoin. Saat itu menurutnya Dogecoin menghibur, namun saat ini sudah tidak bernilai lagi.

Itu tadi pendapat dari salah satu penggiat mata uang kripto. Dia mengatakan Dogecoin tidak bernilai. Sementara Berdasarkan CoinMarketCap, dogecoin pekan ini masuk dalam daftar 10 besar mata uang kripto yang paling bernilai.

Kembali lagi, pencapaian mengesankan Dogecoin ini tak terlepas dari kicauan Elon Musk. Entahlah apa yang menjadi tujuan sebenarnya Elon Musk? Mau dibawah kemanakah Dogecoin? Ke Bulan atau Mars?

Dogecoin sendiri dibentuk pada tahun 2013 oleh software engineer Billy Markus serta Jackson Palmer. Secara umum, Dogecoin dikenal sebagai lelucon dan hanya hiburan. Tapi, siapa tahu Dogecoin nantinya benar-benar berharga layaknya Bitcoin.

Ya begitulah dunia Cryptocurrency. Benar-benar sangat fluktuatif. Dan transaksi mata uang kripto memiliki tingkat risiko tinggi. Secara cuanya gede, pasti risiko juga gede. Benar kan.

Membantu Google Jawab Tanya Netizen Kapan Covid-19 Berakhir


Sudah setahun sejak kasus 01 Covid-19 terdeteksi masuk ke Indonesia. Secara manusiawi, kita semua akan jenuh dengan keadaan Pandemi seperti sekarang. Hingga tidak heran banyak yang bertanya-tanya kapan Corona ini berakhir?

Buktinya mesin pencari Google mencatat bahwa pertanyaan "kapan Corona berakhir di Indonesia?" termasuk pertanyaan paling banyak ditanyakan oleh netizen +62.

Hei Mbah Google!! Sebuah mesin yang serba tahu. Dapatkah Mbah menjawab?

Tidak ada yang tahu pasti kapan hari itu tiba. Begitu juga hasil pencarian Google, hanya bisa menjawab berupa prediksi dan ramalan.

Sepertinya Google perlu dibantu. Guna memperbanyak perbendaharaan konten yang kiranya dapat menjawab tanya netizen Indonesia: kapan Corona berakhir??

Berikut ini hasil rangkuman dari berbagai sumber terkait prediksi kapan Corona berakhir. Mulai dari prediksi Presiden Jokowi, Bill Gates, hingga pria yang mengaku time traveller.

Prediksi Jokowi akhir tahun Corona berakhir

Diawal Pandemi pada April 2020, Presiden Jokowi memprediksi Pandemi Covid-19 berakhir pada akhir tahun 2020 dan awal 2021 pariwisata akan booming. Kita tahu prediksi ini meleset jauh.

Seperti dikutip dari detikcom, alasan dari prediksi tersebut, sebab Presiden ingin membangun optimisme menghentikan pandemi secepat mungkin. Namun kenyataan berkata lain. Corona semakin menggila. Ya, tidak ada yang tahu kapan Corona ini berakhir.

Sebagaimana dikatakan juga oleh Jokowi pada Juni 2020. Jokowi: Tak Seorang pun Bisa Memastikan Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir seperti dikutip dari merdeka.com (akses 3/3/21).

Prediksi Menko Luhut kapan Corona berhenti

Pada bulan April tahun lalu. Menko Luhut B. Panjaitan pernah memprediksi kira-kira kapan Corona berakhir. Menurutnya untuk tahu kapan Corona berakhir kuncinya dengan melakukan tes masif Covid-19.

“Mulai minggu ini sampai minggu depan per hari akan ada dua ribu hingga 10 ribu tes per hari. Sehingga ini modelling kita untuk tahu kapan kira-kira Covid-19 akan berhenti,” kata Luhut saat rapat dengan DPR RI, Selasa 21 April 2020 lalu. Dikutip dari minews.id pada 3 Maret 2021.

Kata WHO, Covid-19 berakhir awal 2022

Portal berita detikHealth (akses 3/3/2021) memberitakan bahwa direktur WHO regional Eropa menyebut Corona bisa saja berakhir awal 2022.

"Skenario terburuk pandemi telah berakhir," sebut Hans Kluge saat berbincang dengan lembaga penyiaran DR, Denmark.

Lebih lanjut Hans mengatakan bahwa di 2021 Corona masih terus mewabah. Namun relatif bisa terkendali. Sebab informasi terkait Covid-19 sekarang lebih memadai, dibanding awal 2020 dengan informasi wabah yang terbatas.

Meski terdapat mutasi virus, namun selama fasilitas kesehatan masih memadai maka wabah lebih mudah diatasi.

Ramalan seorang yang mengaku penjelajah waktu terkait kapan Covid-19

Drew Curtis, Founder Fark.com yang juga mengaku sebagai penjelajah waktu. Mengutip kembali tweet-nya dari tahun 2015. Dalam cuit tersebut (2015) Curtis mengaku sebagai penjelajah waktu dari 2020 yang datang ke 2015 dan mengatakan keadaan yang kurang baik di tahun 2020.

Tentu tweet itu bikin geger sebab nyaris akurat. Namun ada yang meragukan kebenarannya. Sebab itu hanya sebuah tweet yang tidak cukup membuktikan.

Curtis juga memprediksi kapan Covid-19 berakhir. Ketika mendapat pertanyaan demikian, Curtis menjawab "November 2020". Dan ya, lihatlah kenyataannya sekarang.

WHO memprediksi Pandemi akan menjadi Endemik

Sejak Desember 2020, dalam konferensinya WHO memprediksi Pandemi Covid-19 akan menjadi Endemik.

Endemik adalah penyakit yang selalu ada di populasi atau wilayah tertentu. Contoh penyakit endemik adalah malaria yang terjadi di sebagian besar wilayah Afrika dan Amerika Selatan.

Artinya Covid-19 akan lama berada diantara kita umat manusia. Bedanya kini sudah ada vaksin dan informasi lebih memadai terkait virus Corona dibandingkan diawal Pandemi. Penyebaran Covid-19 semakin melandai namun tetap masih ada, tidak sepenuh hilang.

Maka itu kita semua harus terus membiasakan diri hidup berdampingan dengan Covid-19. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Indonesia diprediksi mengakhiri wabah Covid-19 dalam 10 tahun ke depan

Prediksi ini mengacu pada kecepatan vaksinasi per hari dan jumlah penduduk Indonesia. Menurut data Bloomberg seperti dilansir detikcom (7/2/21) rata-rata jumlah dosis vaksin yang disuntikkan di Indonesia mencapai 64.000 ribu dosis. Diperkirakan butuh waktu 10 tahun lamanya untuk mencapai herd immunity yakni kekebalan 70-85 persen populasi dengan dua dosis.

Perlu diingat prediksi-prediksi diatas bisa saja benar atau meleset. Namanya juga prediksi. Covid-19 merupakan jenis penyakit baru. Sangat minim informasi yang dimiliki sejak pertama virus ini ditemukan. Maka tak heran jika satu dunia kelabakan menghadapinya.

Kunci mengakhiri Corona atau Covid-19 ialah kedisiplinan setiap orang menjalankan protokol kesehatan. Disampingnya adanya vaksin.

Rabu, 08 Desember 2021

Apa Arti Kata Ghosting yang Katanya Dilakukan Kaesang?



Istilah ghosting sebenarnya sudah lebih dulu trending sebelum heboh berita Kaesang yang katanya meng-ghosting mantan pacarnya itu. Tapi meski begitu, sepertinya masih banyak deh yang belum tahu apa arti kata ghosting dalam sebuah hubungan?

Sebelum itu mari kita bahas tentang Kaesang, putra bungsu Presiden Jokowi. Meski ini merupakan masalah pribadi Bos Sang Pisang, namun karena dia anak Presiden. Jadi mau tidak mau menjadi konsumsi publik. Kiranya apa yang dijelaskan disini bisa meluruskan apa yang tidak lurus.

Jadi awalnya ibu dari mantan pacar Kaesang Pangareb ini curhat di Instagram menagih janji Kaesang untuk menikahi putrinya. Bahkan sampai men-tag akun Presiden Jokowi.

Berbagai spekulasi berkembang di publik. Sampai akhirnya Kaesang buka suara. Kaesang sendiri mengaku sebenarnya tidak mau bahas urusan pribadinya ini ke publik, karena menurut gak etis. Singkatnya Kaesang menjelaskan bahwa sejak pertengahan Januari 2021 hubungan antara dirinya dan mantan pacar sudah berakhir. Selengkapnya bisa dilihat di video ini.

Cukup disini ghibah-in kisah percintaan anak Presiden. Kalau kamu masih penasaran apa arti ghosting, silahkan lanjut membaca artikel ini.

Arti Ghosting

Mungkin kamu sudah paham kata ghosting berasal dari bahasa Inggris. Yang mana artinya ghosting bisa diartikan sebagai hantu. Bisa juga disebut bayang-bayang.

Dalam istilah populer, anak muda memaknai kata ghosting sebagai tindakan menghilang tiba-tiba layaknya hantu. Istilah ghosting sering digunakan dalam hubungan percintaan maupun pertemanan yang berakhir tanpa kejelasan. Karena pelaku ghosting atau kita bisa menyebutkan kang-ghosting ini tiba-tiba menghilang dan memutuskan kontak.

Biasanya alasan ghosting hanya diketahui oleh si pelaku atau kang-ghosting (tukang ghosting). Sementara korban ghosting tidak tahu kenapa dia menerima ghosting.

Tentunya bagi korban ghosting ini sangat menyakitkan. Karena gak ada hujan, gak ada angin, tau-tau basah. Maksudnya tanpa tahu apa kesalahannya, korban ghosting tiba-tiba ditinggalkan pujaan hatinya tanpa pesan dan kabar.

Ghosting terjadi bukan karena punya salah

Terjadinya ghosting tidak selalu karena pasangan memiliki kesalahan. Masalahnya biasanya bersumber dari pelaku ghosting itu sendiri. Umumnya karena pelaku baru menyadari bahwa Ia sebenarnya tidak benar-benar mencintai pasangannya. Lalu perlahan menjauh dan meninggalkannya.

Ghosting merupakan cara terburuk untuk mengakhiri hubungan, baik hubungan asmara maupun pertemanan. Dan pelaku ghosting sering dicap pengecut. Bisa juga disebut pemberi harapan palsu.

Alasan lain seseorang melakukan ghosting karena tidak siap dengan komitmen untuk hubungan yang lebih serius. Bisa juga karena alasan kesibukan. Ingin mengakhiri hubungan, namun takut menyakiti hati pasangan dengan mengatakannya langsung. Padahal dengan ghosting justru semakin membuat sakit hati.

Ghosting dalam hubungan pertemanan

Praktik ghosting tidak hanya terjadi pada hubungan asmara. Namun juga hubungan pertemanan ataupun hubungan laki-laki dan perempuan tanpa status pacaran.

Ini disebut juga sebagai pertemanan Platonic. Yakni hubungan pertemanan antara laki-laki dan perempuan yang memiliki ketertarikan hati.

Namun karena demi menjaga hubungan pertemanan, maka hubungan ini disamarkan menjadi persahabatan. Ghosting terjadi ketika salah satu pihak dalam hubungan platonic tidak tahan dengan perasaannya. Karena takut merusak pertemanan, maka orang tersebut lebih memilih menghindar, pergi dan memutus komunikasi.

Ghosting dalam hubungan asmara maupun pertemanan sama saja, sama-sama bikin sakit hati. Yang kelihatannya tindakan ghosting dapat "menyelesaikan" masalah dengan mudah. Namun tidak ada masalah yang selesai dengan hanya menghindar saja. Ditakutkan akan menimbulkan masalah dikemudian hari.

Senin, 06 Desember 2021

Sempat Ingin Jual Aset NFT, Elon Minta Dibayar 420M Dogecoin


Rasa-rasanya memang benar disaat Pandemi sekarang ini, aset Cryptocurrency justru melonjak nilainya. Dan tidak salah bila menyebut tahun 2021 sebagai tahunnya mata uang kripto.

Di Awal tahun 2021, misalnya saja ada Bitcoin dan Dogecoin yang mencetak rekor nilai tertinggi. Baru-baru ini muncul lagi aset Cryptocurrency baru yang tengah naik daun, yakni NFT.

Rangkaian trend naik aset Cryptocurrency tersebut tentu tidak terlepas dari endorse sejumlah publik figur. Terutama dimotori oleh Elon Musk "Si Manusia Pom Pom".

Mungkinkah tahun 2021 ini menjadi puncak berjayanya aset Cryptocurrency? Tidak juga. Bisa jadi ini hanya awalnya saja. Kita lihat saja nanti.

Tapi perlu diingat, mata uang kripto ini sangat fluktuatif. Jadi diperlukan kehati-hatian saat bertransaksi mata uang kripto, seperti Bitcoin, Dogecoin dan lainnya.

Elon Musk, Bos Tesla & Space X itu membuat lagu tentang Cryptocurrency

Elon Musk jual lagu ciptaannya sebagai aset NFT. Lewat akun Twitter pribadinya, Elon menggunggah lagu ciptaannya tersebut. Dalam hitungan jam, sudah banyak yang menawar dengan harga Milyaran Rupiah.

NFT sendiri merupakan token non-fungible (NFTs). Sederhananya NFT merupakan aset Cryptocurrency, namun ini berbeda dengan Bitcoin. Sejatinya NFT merupakan aset yang tidak dapat diperjualbelikan seperti aset kripto lainnya. Nilainya juga tidak ditetapkan.

Layaknya sebuah barang berharga, nilainya tidak melekat pada barangnya. Namun tergantung dari para pembeli yang menganggapnya berharga dan menghargainya.

Karya digital seperti video, musik, foto dan sebagainya dapat dijadikan aset NFT. Cara kerjanya, karya digital yang dijadikan NFT nantinya diberi token khusus sebagai bukti kepemilikan aset. Meskipun karya digital tersebut bisa diduplikasi di internet, namun yang asli tetaplah menjadi pemilik NFT melalui blockchain.

Sementara lagu Elon Musk yang bergaya techno terdengar memiliki lirik yang cukup sederhana: “NFT for your vanity. Computers never sleep. It’s verified. It’s guaranteed.”

Ada juga video loop futuristik pendek yang menunjukkan piala berlabel "Vanity Trophy" dengan istilah "NFT" di atasnya dan "HODL" yang merujuk pada istilah komunitas cryptocurrency yang berarti memegang koin daripada menjual, berulang di bagian bawahnya.

Kemudian ada gambar Anjing Shiba Inu yang dapat diartikan sebagai simbol Dogecoin. Koin kripto yang digemari oleh Elon Musk.

Minta dibayar 420 juta Dogecoin

Salah satu penawaran aset NFT milik Elon Musk tersebut ialah artis digital dengan akun @beeple menawarkan harga $62M untuk lagu Si Insinyur Roket tersebut. Namun Elon yang juga penggemar Dogecoin itu meminta bayaran 420 Dogecoin. Atau senilai USD 24 juta. Jika ditukarkan dalam Rupiah sekitar Rp34 Miliar.

“I’m selling this song about NFTs as an NFT,” cuit Elon Musk, Senin (16/3/2021).

Kemudian tweet Elon di quote oleh @beeple : "i'll give you $62M for it.

"420M Doge" balas Elon meminta bayaran dalam bentuk Dogecoin.

Namun pada akhirnya Elon Musk membatalkan niatnya menjual aset NFT miliknya itu. Lewat akun Twitter pribadinya Ia mengatakan: "Sebenarnya rasanya kurang tepat menjual ini. Will pass," kata Musk dalam cuitannya, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (19/3/2021).

Elon Musk pom pom Dogecoin

Untuk kamu yang belum tahu, Dogecoin sebenarnya mata uang kripto yang dianggap sebagai lelucon saja. Namun sejak Elon Musk terang-terangan mendukung koin digital berlogo Anjing Shiba Ini itu, nilainya melonjak dan mulai diperhitungkan sebagai uang digital yang cukup menjanjikan.

Elon Musk dikenal menggemari dunia Cryptocurrency. Kini Ia juga "teracuni" NFT. Aset kripto yang tengah naik daun. Sudah ada beberapa aset NFT terjual dengan nilai fantastis.

Elon Musk bukan orang pertama yang menjual tweet sebagai aset NFT. selaku CEO Twitter dan Square, telah menjual tweet pertamanya sebagai NFT melalui "Valuables". Terjual seharga USD 2,1 juta oleh Estavi dari Bridge Oracle. Hasil penjualan disumbangkan ke organisasi amal.

Kesimpulannya NFT ini perpaduan seni, teknologi dan investasi. Kenyataan bahwa dengan NFT ini dapat menghargai dengan pantas sebuah karya digital siapapun yang dianggap berharga.

Minggu, 05 Desember 2021

Mengapa China Bisa Makin Maju Sekarang Ini?


Entahlah, kita ini sekarang lagi sibuk mengurusi apa? Apapun urusanmu, setidaknya kamu perlu menyadari bahwa telah banyak yang berubah di dunia ini.

Jika Matahari saja nantinya bisa berubah arah terbitnya. Apalagi dengan kekuasaan duniawi ini. Dulu Amerika Serikat dianggap sebagai negara adidaya tanpa pesaing, terlebih pasca runtuhnya Uni Soviet.

Kini Amerika Serikat tidak lagi "berkuasa" sendiri di segala bidang di dunia ini. Ada China, kekuatan baru ekonomi, teknologi, industri, militer dan sebagainya menyaingi Amerika Serikat.

Memang ada timbul sentimen negatif pada etnis, ideologi dan politik China. Tapi kenyataan bahwa kemajuan di segala bidang yang sedang dialami China merupakan fakta tidak terbantahkan.

Seperti Dubai yang dulunya hanya padang pasir, kini menjadi megapolitan yang modern. China pun begitu, bahkan lebih menakjubkan untuk cakupan wilayah yang lebih luas. Apa rahasianya? Yuk mari disimak:

Dimulai sejak lama

Tanda-tanda kemajuan negara China memang baru terlihat di permukaan tidak terlalu lama ini saja. Dan kemajuannya juga terjadi dalam waktu yang singkat.

Namun jangan salah sangka. Semua itu bukanlah hasil kerja kebut semalam. Melainkan sudah mulai dilakukan oleh pemerintah China dari tahun 1970. Melakukan berbagai langkah seperti berikut:

Perencanaan pusat yang agresif, memanfaatkan keunggulan tenaga kerja yang murah, mendevaluasi mata uang, dan mengembangkan sistem pabrik yang kuat untuk menyebarkan produknya ke seluruh dunia.

Hasilnya kini sudah terlihat pada China sekarang ini. Proses kemajuan yang tergolong singkat, tapi bukan berarti instan.

Transfer teknologi dan sains

Bangsa China dikenal sering mengundang investor dan arsitek luar untuk masuk ke negara. Namun disertai syarat bahwa pekerja lokal diikutkan dalam proyek sehingga bisa menguasai teknologi baru.

Diwajibkan juga gambar teknik dari proyek diserahkan dan disimpan kedalam arsip nasional. Untuk nantinya dapat dipelajari oleh insinyur lokal China.

Reverse Engineering

Pernah dengar istilah 'ATM' atau Amati, Tiru dan Modifikasi ? Nah, bangsa China ini termasuk jagonya untuk melakukan itu. Disebut juga Reverse Engineering.

Jadi, China terbiasa membeli suatu barang lalu membongkarnya, mengamati, tiru dan modifikasi. Mungkin persepsinya menjadi barang KW atau tiruan. Tapi intinya disini mempelajari teknologi dari suatu barang atau mesin tersebut.

Dengan begitu, maka tidak heran kalau China kini menjadi raksasa teknologi di segala bidang di dunia. Sesuai cita-cita bangsa China yaitu "everything ia made ini China by 2025".

Memang rahasia sukses majunya negara China yang dijelaskan diatas tidak bersifat mutlak. Artinya faktor penentu tergantung penerapannya. Seberapa ulet berusaha untuk maju.

Dan tentunya masih ada rahasia lainnya dari kemajuan negara China yang tidak bisa dijelaskan secara rinci disini dalam satu artikel.

Kiranya rahasia kemajuan China ini dapat kita jadikan pelajaran berharga sebagai bangsa Indonesia. Jika ada contoh yang baik, mengapa tidak untuk kita ikuti.