Friday, June 26, 2020

Siapa Penyanyi Lagu Rap Kerasakti 1996?


Hey anak-anak angkatan 90' ke 2000-an !! Masihkah kamu ingat sama kisah Kerasakti? Seekor kera bernama Sun Wokong yang memiliki kekuatan sakti berjuang mencari kitab suci bareng guru dan teman-temannya. Versi aslinya (Hongkong), serial Kerasakti ini berjudul Journey to The West. Saat ini tayangan Kerasakti tayang kembali di Trans 7.

Satu yang tak terlupakan dari serial Kerasakti ialah lagu bergenre hiphop pengantar tanyangan serial Hongkong ini di tv Indonesia. Masih ingat?

Seekor kera terpuruk terpenjara di dalam gua
Di gunung tinggi sunyi tempat hukuman para dewa
Bertindak sesuka hati loncat ke sana kesini
Hiraukan semua masalah di muka bumi ini

Itu tadi sepenggal lirik lagu Kerasakti yang dibawakan oleh SINDIKAT 31 dalam sebuah album kompilasi Hip Hop bertajuk Pesta Rap II pada tahun 1996. Di dalam album ini juga terdapat lagu-lagu rap dari penyanyi lainnya seperti Sound Da Clan dan Paper Clip.

Lagu rap Kerasakti pengiring serial tv Kerasakti menjadi lagu rap populer pada masanya. Terlebih masa itu lagu bergenre hiphop masih jarang. Dan seingat saya, anak-anak jaman itu, kalau mau coba-coba nyanyi lagu rap pasti gak akan jauh-jauh dari lagu Kerasakti. Karena lagu tersebut mudah diingat dan dilantunkan. Disamping kepopuleran serial Kerasakti ini juga yang tampil di tv Indonesia.

Tuesday, June 16, 2020

Siapa Orang Pertama yang Pertama Kali Ngeblog ? Gue Bukan Sih !

Saya sebenarnya sudah membuat blog dari tahun 2013, kalau gak salah. Namun gak konsisten ngeblog hingga kini, hehe. Jika dibanding agan-agan blogger lainnya yang sudah lebih dulu ngeblog, mungkin saya entah kesekian kalinya yang punya blog. Tahukah kamu orang pertama yang punya blog? Siapa blogger pertama di dunia?

Telusur dan telusur gelar blogger pertama di dunia ini agaknya terpecah belah. Di duga ada 2 orang yang diyakini sebagai para suhu yang mulai melakukan aktifitas ngeblog untuk pertama kali.

Menurut beberapa referensi yang saya baca, disebutkan bahwa John Barger, seorang warga Amerika Serikat sebagai blogger pertama di dunia.

Barger dengan blognya yang bernama Robot Wisdom tercatat sebagai blogger pertama di dunia yakni pada 17 Desember 1997.

Barger pula yang menciptakan istilah weblog untuk mendefinisikan apa yang sekarang disebut blogging. Istilah pendeknya blog diciptakan oleh Peter Merholz pada 1999. Peter memecah kata weblog menjadi we blog di sidebar blognya, peterme.com. Selanjutnya, Evan Williams pada Pyra Labs menggunakan istilah blog sebagai kata benda maupun kata kerja yang mengarah pada aktivitas blogging.

Namun, agaknya gelar John Barger sebagai blogger pertama di dunia akan terhapus setelah ditemukannya fakta baru, bahwa orang yang pertama kali melakukan aktivitas blogging di dunia adalah seorang Mahasiswa yang kemudian menjadi wartawan Amerika Serikat bernama Justin Hall.

Hall membuat website pribadinya Justin's Home Page pada tahun 1994 (tiga tahun sebelum John Barger). Pada Desember 2004, New York Times Magazine menyematkan julukan pada Justin Hall sebagai

"the founding father of personal blogging atau pendiri blog pribadi."

Jadi siapa blogger pertama di dunia?



Jika melihat data, gelar blogger pertama dunia memang pantas disematkan pada Justin Hall. Namun gak adil jika kita menghapus nama Jhon Barger dari jajaran orang pertama yang menjalankan aktifitas ngeblog.

Yasudah agar adil, Justin Hall yang menjadi blogger pertama. Sementara Jhon Barger sebagai orang pertama yang mencetuskan istilah weblog, cikal bakal istilah blog.

Dan pada akhirnya siapapun yang menjadi blogger pertama di dunia memang pantas di ganjar penghargaan, entah itu hanya ceremonial saja. Blogger-blogger baru juga bukan berarti merasa minder. Karena gak peduli siapa yang memulai duluan ngeblog. Terutama dari blog itu sejauh mana manfaat dari konten blog tadi dan seberapa konsisten ngeblognya.

Sumber:

http://rodame.com/sejarah-blog-di-dunia/

http://www.jurnalrozak.web.id/2015/01/perkara-blogger-pertama-di-dunia.html

Penasaran Sama Seberapa Banyak Uang Orang Indonesia? Ini Sedikit Rahasianya



Ketika memasuki suatu lingkungan baru. Awalnya saya heran melihat sejumlah orang lalu lalang naik motor. Pakai jaket dan helm, seolah sedang dalam perjalanan jauh. Tapi baru berjalan sedikit, motornya sudah bertepi. Dari satu rumah ke rumah satunya lagi. Pakai bawa buku catatan segala. Dan ternyata inilah klu dari tanya di tulisan ini.


Sebenarnya orang Indonesia uangnya banyak atau sedikit? Katanya gak punya uang (lagi susah karena Corona), tapi kok bisa belanja ke mall. Uangnya dari mana? Dari bansos atau bakri.


Ini sebenarnya tidak etis juga mengurusi isi dompet orang lain. Apalagi sampai ke urusan asal-usul dana. Emangnya lu KPK!


Tapi ini sudah kepalang tanggung dan gemes. Dan penasaran juga. Orang-orang sudah berbui untuk menjaga jarak, hindari kerumunan dan sebagainya untuk menghentikan penyebaran virus Corona. Tapi sebagian orang-orang lainnya justru keluyuran untuk suatu hal yang kurang esensial, bersifat selebrasi dan seharusnya masih bisa ditiadakan.


Saat Covid-19 mewabah. Hampir seluruh negeri ini mengeluh kesulitan ekonomi, dipecat dan sebagainya. Tapi saat kemarin jelang hari Lebaran mall dan pusat perbelanjaan diserbu banyak orang. Dan tujuannya membeli baju baru untuk dipakai di hari raya, *gak ada pun gak apa-apa, masih ada jemuran tetangga.


Belum lagi ada yang mudik. Walaupun mudiknya sembunyi-sembunyi di mobil truk. Tapi justru ongkosnya jadi banyak. Karena harus gonta-ganti angkutan dan tidak jarang ada biaya-biaya tambahan yang tak terduga. Banyak juga ya uang warga +62.


Reaksi pertama kita mungkin akan berpikir; "kemarin-kemarin katanya gak punya uang bahkan untuk makan sekalipun, tapi kok bisa belanja ke mall". Mencoba ber-huznudzon, bisa juga ya mereka itu begitu dapat rejeki nomplok. Nemu uang dijalan misalnya. Tapi kebetulan seperti apa hingga ada sebanyak itu orang yang nemu uang dijalan dalam waktu bersamaan.


Kemudian dugaan umum sumber dana lainnya yaitu dari Bansos. Ini uda rahasia umum kok. Setiap ada dapat bantuan sosial dari pemerintah, kebanyak orang akan langsung membelanjakannya. Jika untuk keperluan primer mungkin tak apa. Tapi di masa sekarang semestinya diminimalkan untuk tidak belanja keperluan sekunder. Terutama jangan sampai menimbulkan kerumunan hanya demi kepentingan sekunder.


Lalu ada rahasia lain dari warga +62 terkait berapa banyak uangnya. Rahasia ini mungkin tidak diketahui oleh orang-orang kaya. Berhubung saya masyarakat kalangan bawah. Maka sedikit banyaknya saya paham rahasia ini. Hehehe...


Rahasianya ada pada sejumlah orang berjaket, bermotor dan pakai helm yang sudah disebutkan di awal artikel ini. Kalau saya menyebutnya "bakri" yaitu "bapak-bapak kredit". Kadang juga ibu-ibu. Merekalah sumber uang dari beberapa orang. Meminjam uang pada mereka sungguh menggiurkan ternyata. Syaratnya mudah dan tanpa jaminan. Bayarnya juga terkadang hanya bayar bunganya saja. Terkesan pinjaman ringan, tapi bikin ketagihan hutang dan tanpa disadari membebani keuangan.


Inilah rahasianya. Sejumlah orang memang gak segan meminjam uang untuk kepentingan bersifat sekunder. Termasuk untuk perayaan lebaran. Di kondisi normal mungkin hal ini tidak terlalu dirisaukan. Tapi saat Pandemi seperti sekarang. Cari uang saja susah, bagaimana mau bayar cicilan.


Mungkin kalian akan berpikir tindakan ini kelewatan dan memiriskan. Namun memang beginilah kenyataannya di ditengah masyarakat. Bahkan ada kondisi yang lebih mengejutkan bagi saya, ketika melihat banyak orang yang meminjam uang dengan bunga lumayan untuk pesta resepsi. Dan itu sudah biasa.


Dan terkait perayaan Lebaran; baju baru, mudik dan makan besar. Pertama perlu kita tahu, tradisi Lebaran itu sudah sangat mengakar. Disitulah momen beli baju baru, makan enak, kumpul keluarga dan sebagainya.


Rasanya kita juga perlu melihat dari sudut ini. Ada sebagian orang hanya bisa merasakan momen-momen terbaik dalam hidupnya setahun sekali. Sementara sebagian orang lainnya bisa sepanjang tahun. Jadi mengapa ada sebagian orang terlalu memaksakan diri merayakan Lebaran seperti biasanya tanpa pedulikan saat ini masa Pandemi Covid-19. Boleh jadi mereka sudah menantikan momen Lebaran selama setahun. Hingga sangat berat untuk melewatkannya begitu saja.


Tradisi yang begitu mengakar jauh kedalam sungguh sulit untuk "dicabut". Wajar, masa Pandemi Covid-19 memang kondisi ketika banyak "kata pertama kali" muncul untuk pertama kalinya juga.


Pertama kali Lebaran dirumah saja


Pertama kali sungkeman lewat hp


Pertama kali sholat Id dirumah


Dan *pertama  kali didalam hidupku ini menyayang dirimu


Sebagai manusia, status kita memang sebagai musafir di dunia yang sementara ini. Tapi tidak semua manusia memiliki jiwa petualang yang terbiasa dengan banyak hal baru.


Jadi untuk menerima sebuah "new normal" bagi sebagian orang sangat sulit. Bahkan untuk memahami arti "new normal" saja belum tentu. Semua yang saya sampaikan diatas merupakan analisis dari yang saya rasakan di sekitar saya.


Mungkin ini seperti "devils in the details". Selama ini kita menghimbau dirumah aja, jaga jarak dan segala macam. Merasa miris, gemas, geregetan dan sebagainya ketika melihat orang berkerumun untuk suatu hal bersifat non-esensial. Tapi kita kurang mengetahui apa sesungguhnya yang mereka pikirkan. Barangkali dengan mengetahui lebih detail, kita jadi tidak terlalu stres.


Jadi kalau ditanya uang orang Indonesia itu sebenarnya banyak atau tidak? Kalian penasaran ketika melihat orang yang mengaku kesusahan ekonomi, bahkan untuk membeli makanan saja tidak bisa. Namun untuk suatu hal bersifat sekunder tetap dipaksakan. Uangnya bisa dari bansos atau juga berhutang. Kita mungkin akan berpikir: " kenapa tidak difokuskan untuk makan saja?". Tapi memang begitulah "normal" yang sudah dipegang oleh banyak orang sejak lama, "gak apa, cuma setahun sekali atau sekali-sekali"


Tuesday, April 21, 2020

Peluang Investasi Sambil Bantu Petani di Crowde

Peluang Investasi Sambil Bantu Petani di Crowde


CROWDE hadir sebagai solusi untuk permasalahan di bidang agraria. Begitu banyak kesempatan menarik dan menguntungkan bagi Teman CROWDE, yakni para investor, yang dapat turut membantu para petani meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. CROWDE memberi kesempatan berinvestasi yang menguntungkan bagi Teman CROWDE maupun petani dengan sistem bagi hasil setelah panen, sesuai dengan persentase modal investasi yang diberikan.

Segera mulai investasi dibidang pertanian di CROWDE, klik banner berikut:


Friday, April 17, 2020

Siapa yang Menemukan Narkoba Pertama Kali ?



Sudah bukan rahasia umum lagi kalau Indonesia saat ini dalam keadaan darurat narkoba. Rasanya sudah sangat sulit memutus mata rantai penyebaran narkoba. Hampir semua orang kini bisa mendapatkan barang haram tersebut dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Alih-alih menghadapi kenyataan dengan berjuang memberantas narkoba, saya kok berpikirnya lain. Seandainya saja bisa kembali ke masa lalu seperti di film-film, kemudian menemui orang penemu narkoba pertama kali dan menyarankan agar gak jadi bikin ramuan narkoba.

Bisa gak ya..

Faktanya menurut sejarah narkoba semula dikomsumsi dalam bentuk mentah. Misal orang dulu mengkomsi buah ovium tanpa diolah secara modern seperti sekarang.

Seperti dikutip dari Yahoo Answer, Candu pertama dikenal oleh bangsa Sumeria, mereka menyebutnya "Hul Gill" yang artinya 'tumbuhan yang menggembirakan' karena efek yang diberikan tumbuhan tersebut bisa melegakan rasa sakit dan memudahkan penggunanya cepat terlelap.

Namun filsuf dan ahli medis Hippocrates, Plinius, Theophratus dan Dioscorides menggunakan candu sebagai bagian dari pengobatan, terutama pembedahan. Saat itu Hippocrates belum menemukan bahan aktif candu namun ia tahu kegunaan candu yang sifatnya analgesik (pereda rasa sakit) dan narkotik.

Jadi awalnya narkoba ini tujuannya baik yaitu untuk medis. Namun sesuai perkembangan jaman, narkoba disalahgunakan untuk "asik-asik".

Dari awal bentuk narkoba masih mentah, perubahan dan perkembangan narkoba kini semakin beragam.

Dulu candu masih dikonsumsi mentah, baru pada 1805 morfin mulai dikenal untuk pertama kalinya menggantikan candu mentah (opium). Penggunaan candu yang berlebihan akan menyebabkan ketagihan dan sesak. 

Hampir selama 100 tahun 'kelebihan' candu ini tak diboyong ke Eropa karena dulu Bangsa Eropa menganggap apapun yang dibawa dari Timur adalah barang setan. Candu mentah hanya digunakan untuk pengobatan sampai akhirnya Ratu Elizabeth I menyadari kelebihan opium dan membawanya ke Inggris.

Candu mulai dikenalkan di Persia di India dan Persia oleh Alexander the Great pada 330 sebelum masehi. Pada jaman itu orang India dan Persia menggunakan candu dalam acara jamuan makan dengan tujuan rileksasi.

Dan kini di jaman sekarang dimana bentuk dan jenis semakin berkembang. Semula bahan mentah, semi sintensis maupun sintensis. Salah penemu racikan obat yang kini menyesali hasil temuannya yang belakang termasuk kedalam narkoba.


Ilmuwan David Nichols, penemu racikan kimia yang mirip ekstasi dan asam lisergat dietilamida (LSD) itu menyesali hasil temuannya. Pasalnya temuan itu disalahgunakan sebagian orang hingga menyebabkan ancaman terhadap jiwa manusia akibat overdosis.


Nichols meneliti bagaimana obat psychedelic beraksi di otak tikus. Racikan kimia itu mampu menjelaskan bagaimana bagian-bagian otak bekerja. Nichols kemudian menerbitkan hasil temuannya dan berharap suatu hari hasil karyanya akan dipakai ilmuwan lain untuk mengobati depresi dan penyakit parkinson.

Nichols sudah mempelajari obat psychedelic selama 40 tahun, khususnya serotonin, yang masuk ke setiap bagian otak dan berkaitan dengan nafsu makan, tidur, seks, agresi, apapun.

Namun, harapannya pupus. Hasil kerja Nichols ke luar dari lingkaran ilmiah dan justru dibajak dan digunakan untuk membuat obat-obatan ilegal murah yang dijual di jalanan.

Ia mengestimasi setidaknya lima dari ratusan racikan kimia buatannya telah diubah secara ngawur jadi narkoba. Sebelumnya, Nichols tak pernah membayangkan hasil temuannya ke luar dari laboratorium.

"Bayangkan, Anda bekerja demi tujuan mulia namun disalahgunakan seperti ini," kata Nichols, seperti dimuat AP, Kamis (6/1/2011).

Sebenarnya penemu narkoba bukanlah satu orang saja. Karena narkoba sendiri jenisnya banyak. Kamu bisa nyari lebih lengkapnya di internet ya.

Satu hal yang harus kamu ketahui Tujuan dibuat obat-obatan berjenis narkotika ini juga bukan membuat orang kecanduan. Awalnya untuk pengobatan. Namun sebagian orang menyalahi aturan dan mengkonsumsi obat terlarang ini dalam dosis melebihi ketentuan.

Dan sekarang rasanya mustahil untuk kembali ke masa lalu, men-stop penelitian berkaitan dengan narkotika ini dan merubah kenyataan. Kenyataan bahwa kita sekarang harus berperang melawan narkoba. Juga rasanya gak mungkin kita berdiam diri saja sampai ditemukan mesin waktu.

Update tahun 2020, belakangan saya jadi berpikir. Seumpama pun tidak pernah ada penelitian yang dilakukan
Ilmuwan David Nichols. Bisa saja ada lebih banyak usaha-usaha yang dilakukan manusia yang bermuara pada penyalah gunaan Narkoba. Sejatinya narkoba berupa obat yang tujuannya untuk menyembuhkan. Hanya saja telah ternyata penyalahgunaan sehingga dampaknya merusak mental dan fisik umat manusia.


Sumber: http://tribunnews.com/iptek/2011/01/07/ilmuwan-ini-menyesalli-hasil-temuannya
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080704051238AADkV5Y

Thursday, April 16, 2020

Hidup Miskin Dengan Dia yang Kamu Cinta Atau Hidup Kaya Raya Dengan Dia yang Tidak Kamu Cinta, Siapa yang Kamu Pilih?

 

Fokus saya mendadak teralih pada postingan Meme oleh sebuah fanspage di Facebook. Mau gak mau saya "dipaksa" berpikir sejenak, apa jawaban saya jika dihadapkan dengan pertanyaan demikian.

Saya mencoba lebih matre dan realistis disini. Saya pikir hidup kaya bersama orang yang tidak kamu cinta, tidaklah terlalu buruk. Lebih tepatnya bukanlah tidak cinta, melainkan belum cinta. Syaratnya satu, cintailah dia yang masih mencintaimu.

Ya ini soal pilihan. Mungkin saya bisa saja memilih naif, dengan memilih hidup miskin bersama dia yang kamu cinta. Dengan alasan ingin hidup sederhana namun bersama orang yang kamu cintai. Saya kurang yakin ada orang yang ingin diajak hidup susah, forever!!

Saya pikir miskin itu bukanlah pilihan. Kita tidak salah jika terlahir miskin, tapi tidak untuk selamanya. Kecuali jika itu takdir, namun takdir masih bisa diubah asal mau berusaha.

Jadi kamu pilih siapa? Seseorang yang mendampingi kamu dengan harta melimpah, namun kamu tidak mencintainya. Atau tinggal bersama dia yang kamu cintai, namun hidup miskin.

Mungkin kamu belum menyadarinya, jika pilihan apapun yang kamu pilih. Semuanya sama-sama baik dan bermuara pada satu hasil yang sama, yakni kebahagiaan. Anggap saja ini sebuah win-win solution.

Bagaimana bisa?

  • Pilihan pertama
Ketika kamu memilih hidup kaya raya bersama dia yang tidak kamu cinta, itu bukannlah sebuah kiamat. Saya bukanlah ahli percintaan. Namun jika ini soal cinta, saya yakin ini soal waktu. 

Seiring waktu cinta itu bisa muncul. Apalagi dia juga mencintai kamu dan seorang yang baik-baik.
Pada akhirnya kamu dan dia bisa hidup bahagia dalam kehidupan kaya raya. Positifnya menjadi kaya itu kamu memiliki kesempatan untuk membantu banyak orang dan lebih berguna bagi orang banyak.

  • Pilihan kedua
Nah, juga tidak buruk jika memilih tinggal bersama dia yang kamu cintai, namun hidupmu dirundung kesusahan dan kemiskinan serta tinggal di gubuk derita. Miskin itu bukanlah takdir yang tidak bisa diubah. Kamu tidak usah sok drama, biar hidup susah tapi penuh cinta.

Jika bersungguh-sungguh, keadaan kini bisa diubah nantinya. Pada akhir kamu juga bisa hidup bareng dia yang kamu cinta dalam balutan kehidupan yang cukup. Cukup untuk membuat dirimu lebih berguna bagi keluarga dan orang lain.

Siapa Penemu Hashtag atau Tagar? yang Jelas Bukan Simpatisan Capres ya


Siapa sih netizen yang tidak tahu sama hashtag? mungkin hanya mereka yang kurang update ya. Simbol # ini belakangan semakin meramaikan jagad maya. Di pelopori oleh Twitter, hingga kini rasanya timeline terasa hambar tanpa adanya hashtag. Terlebih fungsi hashtag sangat vital untuk keperluan promo di medsos.

Bahkan penggunaan hashtag bisa untuk promosi capres lho, tapi entahlah. Itu urusan orang sebelah.
Urusan saya disini hanya memuaskan rasa penasaran saya. Melalui tulisan ini misalnya, barangkali kamu dan kalian semua juga ada yang bertanya-tanya, siapa sih yang menemukan #hashtag ?

Seperti dijelaskan diatas, penggunaan fitur hashtag di medsos dipelopori oleh Twitter. Tapi tahukah kamu siapa sosok manusia dibaliknya?

*sosok manusia* sepertinya ada yang salah dengan tata bahasa saya ^^

Oke semua, kita kenalan dulu sama Chris Messina, sang penemu hashtag.


Hashtag atau tanda pagar/tagar (#) yang kini populer di beberapa layanan media sosial, berawal dari kicauan @chrismessina pada 23 Agustus 2007. Tagar ini, sekarang populer di Twitter, GooglePlus, Instagram, dan kabarnya Facebook pun tertarik menggunakannya.

how do you feel about using # (pound) for groups. As in #barcamp"> #barcamp [msg]?
-- Chris MessinaTM ( @chrismessina ) August 23, 2007
Namun ada pula yang sempat menyangsikan ide pria kelahiran tahun 1981 asal AS ini. Tetapi bisa saja Messina benar karena faktanya penggunaan tagar baru menjadi bagian penting dalam komunikasi tulisan sejak tahun 2010.

Ginger Wilcox, salah satu pendiri Social Media Marketing Institute, bahkan pernah menyatakan di situs The New York Times bahwa 2010 sebagai tahunnya "hashtag".

Chris Messina sebenarnya hanya pengguna Twitter biasa. Hanya saja idenya untuk penggunaan hashtag ini benar-benar telah merevolusi media sosial. Dan mempermudah netizen menemukan kata kunci atau trending topic. Inisih sangat membantu banget untuk tetap up-to-date.

For you info ini guys, meski Chris Messina ini disebut sebagai penemu hashtag. Namun bukan berarti Ia juga yang menemukan simbol #. Karena faktanya simbol # ini sudah mulai digunakan sejak abad ke-12.

Namun berhubung agar tulisan di Medium ini tidak terlalu panjang. Kamu bisa lanjut membaca di tulisan saya disebelah Jangan Tahunya Cuma Perang Tagar, Sejarahnya Sudah Tahu Belum?

 

Sumber: https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/chris-messina-si-penemu-hashtag