Thursday, March 28, 2019

Begini Jadinya Bila Hiruk Pikuk Politik Indonesia Terjadi di Bikini Bottom, Kotanya Spongebob Squarepants

Assalamualaikum.. Hai semua!! Hari gini masih ribut soal pilpres? Hellowww... Kamu gak asik tahu. Yuk mari kita bikin Pemilu 2019 nanti menjadi pesta demokrasi yang asik.

Baru-baru ini di Twitter, netizen ramai-ramai mencoba menyamakan kehidupan di Indonesia dengan kehidupan di Bikini Bottom. Masih sih kamu gak tahu Bikini Bottom?

Lihat lah gambar berikut, pasti kamu akan langsung ngeh..



Pada artikel ini saya coba menggambarkan dunia politik Indonesia kedalam bentuk karakter-karakter kartun Spongebob Squarepants atau warga bikini Bottom. Ternyata banyak yang mirip loh dengan toko politik Indonesia selain yang ada diatas. Tapi ingat ya, ini hanya lucu-lucuan saja dan gak usah baper.

Debat dimulai, inilah moderator debat capres-cawapres


Kalau di ILC, beliaulah moderatornya sekaligus presiden ILC. Karni Ilyas.


Eh, kita flashback dulu. Kira-kira siapa ya? Kalau kata netizen beliau adalah Setya Novanto.


Kalau yang ini pak Ahok yang dikenal tegas dan sedikit emosional. Tapi beliau sekarang uda agak kalem sepertinya, dan ingin dipanggil BTP atau Basuki Tjahaya Purnama lewat channel Youtube miliknya.


Untuk karakter berikut, sebenarnya banyak yang bisa disamakan. Di lihat dari kumisnya. Bisa jadi Luhut Binsar Panjaitan, Roy Surya atau bahkan Adam Suseno suaminya Inul Daratista.


Dari senyumnya, karakter ini disebut-sebut mirip Romahurmuzy atau Romi. Sayangnya beliau lagi ada kasus di KPK. Jadinya senyumnya gak semanis ini dulu.


Squidward jadi  dirigen musik atau konduktor  , mirip Addie MS ya. Beliau ini termasuk pendukung capres petahana Jokowi. Makanya juga kerab teseret namanya di pusaran politik nasional.


Berjenggot dan berkepala plontos, siapa lagi kalau bukan Ahmad Dhani. Semoga beliau tabah dan kuat di penjara. Semua akan baik-baik saja, hadapi dengan senyuman.


Ketua partai Nasdem yang juga bos media di Indonesia, juga pendukung sekaligus pengusung Presiden Jokowi. Beliau adalah Surya Paloh.


Garry si Siput ternyata rajin membaca buku ya. Sosok yang mirip-mirip ialah Prof. Mahfud MD. Salah satu tokoh nasional yang layak kita sebut "perpustakaan berjalan". Hampir setiap isu nasional, beliau lah yang sering dimintai pendapatnya termasuk oleh media. Bahkan beberapa kasus korupsi di KPK, Prof. Mahfud juga tahu. Keren!!!


Andi Arief. Sosok berikut bisa dibilang cukup kontroversional. Mulai dari cuitannya yang cukup keras mengeritik pemerintahan Jokowi, lalu tentang Jendral Kardus yang menyerang Prabowo, hingga dirinya yang ditangkap polisi dengan kasus penyalahgunaan narkoba. Netizen mikirnya, kok jadi halu ya. Tapi yang jelas, beliau memberi warna baru pada dunia politik Indonesia.


KARTU SAKTI. Tampaknya kedua kubu 01 & 02 sama-sama punya kartu sakti ya sebagai andalannya menuju singgasana istana.


Duh, hati-hati ini serangan fajar para caleg


Hmmm.... Tampaknya ini isu sensitif ya. Biar kamu saja yang menilainya.


Tanpa bermaksud menyerang kelompok atau individu. Faktanya Indonesia memang sudah dan terus berusaha melanjutkan era reformasi dan meninggalkan Orde Baru. Sekarang kita bisa menikmati pesta demokrasi dengan gembira, berbeda dengan pemilu sewaktu Orde Baru.


Inilah Cebong, Kampret dan golput. Awas loh, kebanyak debat gak jelas jadi seperti ini.


Tapi bagaimanapun kita semua tetap bersatu. Berbeda-beda kita tetap satu dan ngumpul bareng. Seperti warga Bikini Bottom, hhahaa..


Ngomong-ngomong, ini Bu Iriana Jokowi kok anaknya cuma dua ya. Mas Kaesang kemana ya. Oh iya, denger-denger dia itu bukan... Sudah... Ahsudahlah... Biarkan netizen mencernanya dengan baik.



Dan terakhir. Saya ingatkan buat warga Indonesia yang sudah punya hak pilih. Jangan lupa salurkan hak pilih kamu ke TPS 17 April 2019. Jangan pilih saya karena saya gak nyalon. Jangan golput, karena golput bukan jalan ninja saya. Hahhaha...

17 April !! 17 April !! 17 April!!!!!!

Sumber:
Twitter @liputan9

Mengapa Bendera Indonesia dan Singapura Hampir Sama?

Assalamualaikum... Pernahkah kamu ke Singapura? Ya minimal pernah mendengar ya negara Singapura, karena negara tersebut merupakan tetangga Indonesia.

Melihat bendera kedua negara ini, kok rasanya mirip-mirip ya. Cuma bedanya, bendera Singapura ada bulan sabit dan 5 bintang dibagian merahnya. Tapi secara warna, tidak jauh berbeda. Merah dan putih.

Sebelumnya saya temukan artikel berita dari Tribunnews yang menyebutkan bendera Singapura mirip dengan Indonesia disebabkan karena ada andil Indonesia dibaliknya. Namun terus terang saya gak yakin dengan informasi tersebut, karena referensi terkait hal ini masih minim.

Bendera Singapura adalah bendera negara Singapura. Bendera ini diperkenalkan pada 3 Desember 1959 sewaktu pelantikan Yang di-Pertuan Negara yang pertama, Encik Yusof bin Ishak. Diciptakan oleh sebuah komite yang diketuai oleh Wakil Perdana Menteri pada masa itu, Dr. Toh Chin Chye. Bendera ini menggantikan bendera Union Jack yang telah berkibar di Singapura selama 140 tahun (1819-1959) dan hingga kini digunakan sejak Singapura merdeka dari Malaysia pada 9 Agustus 1965.

Kemiripan Bendera Singapura dan bendera Indonesia dapat dilihat dari warna yang sama. Meski warnanya sama. Namun terkait makna bendera, Indonesia dan Singapura berbeda. Bila Indonesia memaknai Sang Saka Merah Putih, merah berarti berani dan putih artinya suci.

Sementara Singapura, memaknai benderanya secara beda. Warna merah bermakna persaudaraan dan kesamaan segala manusia. Putih melambangkan kesucian dan kebaikan. Bulan sabit melambangkan sebuah negara muda yang sedang maju. Kelima bintang melambangkan lima prinsip yang dipegang oleh Singapura: demokrasi, keamanan, kemajuan, keadilan dan kesaksamaan.

Singapura juga memaknai bendera mereka secara Islam. Mengingat ide mayoritas pembuatan bendera tersebut berasal dari masyarakat Melayu di Singapura yang mayoritas bergama Islam. Yakni, bulan sabit yang melambangkan kejayaan Islam. Dan 5 bintang melambangkan 5 rukun Islam yang dijunjung tinggi.

Jadi seperti itu, penjelasan dibalik bendera Singapura. Warna boleh sama. Namun Indonesia dan Singapura memiliki pemaknaan masing-masing terkait bendera.
Bendera Majapahit dan Indonesia
Sebenarnya kita gak perlu terlalu heran bila bendera Indonesia dan Singapura, bahkan Malaysia bercorak hampir sama dengan warna merah putihnya. Hal ini tak terlepas dari sejarah Majapahit yang memang sudah terkenal dengan "Umbul-umbul" atau panji-panji Majapahit yang berwarna merah putih. Kerajaan Kediri juga akrab dengan dwi warna tersebut. Bahkan bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak juga menggunakan merah putih sebagai warnanya.

Juga ada pendapat bila merah putih sudah melekat pada masyarakat Melayu. Lebih luasnya pada ras Austronesia. Suatu rumpun yang sangat besar yang mendiami Madagaskar, Taiwan hingga Hawaii. Termasuk didalamnya suku Melayu.
Bagi bangsa Austronesia, merah dan putih melambangkan merah (tanah) dan putih (langit). Terkait dengan Bunda Bumi dan Bapak Langit menurut mitologi bangsa Austronesia.

Jadi seperti itulah bila menarik jauh kebelakang terkait asal usul bendera merah putih yang sudah melekat khususnya dikawasan Asia Tenggara. Maka bisa dikatakan, tidak ada yang menjiplak atau dijiplak.

Sumber:
Wikipedia
Tribunnews

Thursday, March 14, 2019

Lagi Viral! Sudah Tahukah Kamu Arti Kata Tuman?



Tidak ada habisnya bahan yang perbincangan oleh warganet. Kali ini kata "Tuman" sedang ramai dibahas oleh para warganet. Sudahkah kamu tahu apa itu tuman?

Warganet tampak sering menggunakan kata tuman pada beberapa topik. Seperti dalam percintaan, teman, pengguna jalan, hingga masalah politik yang akhir-akhir kini lagi menghangat.

Sebagai anak kekinian tentu kamu gak maukan ketinggalan info? Sekedar tambah wawasan dalam hal berbahasa dan pergaulan, Kamu harus tahunih apa kata Tuman.

Tuman diambil dari bahasa Jawa. Bila diartikan kedalam bahasa Indonesia menjadi "Kebiasaan". Lebih jelasnya kita bedah arti kata Tuman berikug ini seperti dikutip dari kbbi.co.id

1 tu·man ? toman

2 tu·man a menjadi biasa (suka, gemar, dsb) sesudah merasai senangnya, enaknya, dsb: agar tidak -- berbuat begitu, hajarlah ia kalau kebetulan ketahuan sedang berbuat

Penggunaannya kata Tuman bisa digunakan pada contoh kalimat berikut yang umumnya cocok untuk menyindir. Menyindir siapa ya?

Ditegur saja, supaya dia gak tuman

Ngomong jare diet diet, tapi mangan teros!! TUMAN!!

Aku salah MARAH, kamu salah MALAH MARAH. TUMAN!!

Sen kiri, belok kanan. TUMAN!!

Hari gini kok masih nyebar HOAX!! TUMAN!!

Makan gorengan 3, ngakunya 2. Tuman!!

Hobi kok nyinyir, Tuman!

Uda tahu macet, masih aja klakson. Tuman!!

Katanya cinta kebersihan, tapi kok nyampah. Tuman!!

Tuman kok ngeluh, kerja dong!!

Kalian semuanya Tuman, aku yang kuman !!

Katanya kangen, tapi WA gakdibalas. Tuman!

Pas ngutang melas, ditagih galak. Tuman!!

Senengane ngerasani konco, koe kabeh TUMAN!!

Memang sebagain besar warganet mengunakan kata Tuman sekaligus dalam bahasa Jawa. Namun kamu bisa juga mengkreasikan kalimat Tuman versi kamu sendiri.

Warganet juga sedang ramai membagikan meme menarik seputar Tuman. Menceritakan dua orang atau lebih yang menegur kesalahan orang lain. Kemudian mengatakan Tuman sembari menampar. Tapi ini bukan menampar sungguhan ya. Hanya tamparan online. Maknanya walaupun hanya kata-kata, rasanya seperti menampar. Jlebb gitu rasanya.





Bagaimana, mau ikutan deman Tuman yang lagi viral. Namun jangan sampai menyinggung perasaan orang lain ya. Meskipun kata "Tuman" ini tujuannya untuk menyindir. Menyindirilah dengan elegan ya.

Kamu bisa memanfaatkan kata Tuman untuk menyampaikan uneg-uneg kamu. Kepada orang-orang yang sering "Tuman" atau "kebiasaan". Sudah salah, diperingati, malah diulangi lagi. Kan namanya Tuman.

Ini sesuai dengan budaya Indonesia. Kalau ada orang salah, meski diperingati atau ditegur. Meskipun kesalahannya terus diulang-ulang. Tetap harus diperingati terus.

Jadi setelah ini kamu uda mengerti apa itu Tuman. Bila ada teman kamu yang ngatain Tuman, kamu sudah tahu artinya. Teruslah berkreasi, jangan jadikan keburukan sebagai Tuman. Kreasikan kata Tuman menjadi kalimat yang keren dan kena banget sindirannya.