Senin, 20 Mei 2019

Mengapa Bendera Nepal Segitiga? Gak Persegi Seperti Umumnya


Persegi panjang adalah bentuk umum bendera dari semua negara di seluruh penjuru dunia.
Namun akan segera Anda sadari, bahwa ada satu bendera yang memiliki bentuk berbeda.
Bukan persegi panjang, benderanegara Nepal berbentuk tumpukan dari dua segitiga.
Bendera Nepal memiliki warna dasar merah dengan tepian biru.
Nah, bentuk yang unik tersebut ternyata menyimpan beberapa fakta dibaliknya.
Dilansir dari pri.org, Graham Bartram, seorang ahli vexilologi (ilmu yang mempelajari bendera) mengatakan bahwa segitiga memang bentuk asli negara-negara Asia Selatan.
Namun, Nepal menjadi satu-satunya negara yang memakai bentuk ini karena negara yang lain telah menyesuaikan dengan standar Eropa (dan seluruh dunia).
"Eropa memilih persegi panjang sebagai bentuk bendera dan mulai menjajah ke berbagai tempat. Mereka datang dengan bendera nasional sebelum kawasan lain memilikinya," ucap Bartram.
Semua negara, terkhusus di Asia Selatan berpikir bahwa untuk meiliki bendera nasional, mengenai bentuk haruslah persegi panjang.
Namun, tidak bagi Nepal, mereka teguh memilih mempertahankan bentuk tradisional segitiga seperti itu.
Bendera segitiga adalah budaya normal di Asia selatan, layaknya bendera Hindu dan Khanda, lambang Sikh (kepercayaan di kawasan Punjab).
Bendera Nepal sebagai sebuah simbol juga memiliki arti khusus.
Warna merah melambangkan kemenangan dan keberanian yang diadopsi dari warna bunga nasional Nepal, rhododendron.
Sedangkan tepian warna biru melambangkan kedamaian.
Sedangkan dua buah segitiga memiliki banyak teori, ada yang mengatakan sebagai lambang pegunungan himalaya.
Namun ada juga yang mengatakan sebagai lambang dua agama resmi: Buddha dan Hindu.
Bahkan dapat dilambangkan suntuk dua keluarga yang memerintah Nepal, yakni Shahs dan Ranas.
Dahulu lambang bulan dan matahari pada bendera Nepal memiliki wajah, namun dihilangkan untuk memberi sedikit kesan modern. 
Bendera Nepal ini mulai resmi dipakai pada tanggal 16 Desember 1962, yaitu setelah Prithvi Narayan Shah menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di Nepal.

Jumat, 17 Mei 2019

Mengapa Kebudayaan di Indonesia Sangat Beragam?

Keberagaman Indonesia - presidenri.go.id

Kebudayaan adalah pola pikir manusia. Kebudayaan merupakan suatu sistem gagasan, tindakan, serta hasil karya dalam kehidupan masyarakat yang menjadi milik manusia. Banyak sekali budaya yang terdapat di dalam bangsa kita ini. Terkadang kebudayaan di suatu daerah bisa berbeda dengan kebudayaan di daerah yang lain. Kebudayaan antara satu tempat dengan tempat yang lain berbeda. Kebudayaan ini tentu saja telah disetujui oleh masyarakat yang menjalani kebudayaan tersebut.

Saya melihat beberapa faktor yang menyebabkan mengapa kebudayaan itu bisa berbeda-beda. Misalnya di suku Jawa, mengapa ada bahasa Jawa yang berbeda-beda, padahal namanya sama-sama bahasa Jawa. Inilah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman budaya :

1.Tempat tinggal : dimana seseorang itu tinggal, mempengaruhi suatu kebudayaan yang mereka jalani, misalnya seseorang yang tinggal di daerah pantai mata pencaharian hidupnya tidak mungkin mencari teh karena tidak sesuai dengan tempat tinggalnya

2.Pengaruh dari luar : pengaruh dari luar ini tidak terbatas. Misalnya bagi daerah Jawa Tengah, lalu terpengaruh oleh Jawa Timur. Bagi Jawa Tengah, Jawa Timur itu termasuk pengaruh dari luar. Namun, pengaruh dari luar ini juga termasuk pengaruh dari bangsa asing yang dulu memang pernah menjajah Indonesia. Misalnya di Indonesia bagian timur banyak yang menganut agama kristen, sedangkan di bagian barat banyak yang menganut agama islam karena terpengaruh Turki, dll.

3.Iklim : iklim juga mempengaruhi kebudayaan yang dijalani oleh masyarakat. Hawa dan suhu lingkungan juga dapat menentukan apa yang kita lakukan. Misalnya, bagi orang-orang yang tinggal di daerah Eropa, udara disana dingin, sehingga mereka membutuhkan sesuatu yang dapat menghangatkan badannya, salah satunya dengan meminum alkohol. Sedangkan di Indonesia hal tersebut dilarang untuk dilakukan, karena Indonesia beriklim tropis sehingga udaranya tidak terlalu dingin dan juga terkadang tidak begitu panas, sehingga memang tidak membutuhkan alkohol untuk dikonsumsi.

4.Turunan nenek moyang : turunan dari nenek moyang ini, atau bisa katakan semacam tradisi yang diturunkan kepada setiap anggota keluarganya. Misalnya bahasa Jawa yang berbeda-beda, walaupun namanya itu sama-sama bahasa Jawa. Hal ini dikarenakan keturunan dari nenek moyang kita yang terdahulu. Mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa-bahasa tersebut sehingga dari generasi ke generasi bahasa yang digunakan berbeda-beda, walaupun biasanya tingkat kekentalan berbahasa daerah itu semakin berkurang.

5.Mobilisasi : mobilisasi ini dapat menciptakan budaya baru. Misalnya ada orang Jawa yang tinggal di Palembang. Sehingga apa yang ada disuku Jawa orang tersebut di gabungkan dengan apa yang ada di Palembang, sehingga terbentuk budaya baru (terjadi akulturasi).

6.Jarak dan Lingkungan : ketika terjadi jarak dan lingkungan yang berbeda maka juga terjadi perbedaan budaya. Misalnya budaya didaerah Sumatera Utara berbeda dengan budaya di daerah Jawa Timur. Bahkan hal ini juga bisa terjadi didalam satu rumah, misalnya kebiasaan si adik dan si kakak dikamar mereka masing-masing.

7.Kepercayaan : kepercayaan juga mempengaruhi kebudayaan. Misalnya di daerah Bali kebanyakan menganut agama Hindu, sedangkan di Medan banyak yang menganut agama kristen. Ritual-ritual dan upacara agama yang dilakukan disetiap daerah tersebut berbeda-beda, dan hal ini karena dipengaruhi oleh perbedaan kepercayaan.

Ada juga yang disebut dengan daerah kebudayaan yaitu penggabungan atau penggolongan dari suku-suku bangsa yang beragam kebudayaannya, tetapi mempunyai beberapa unsur dan ciri mencolokyang serupa. Penggolongan beberapa kebudayaan dalam suatu daerah kebudayaan dilakukan berdasarkan atas persamaan ciri-ciri yang mencolok. Tidak hanya dari ciri-ciri fisik (misalnya alat-alat berburu, alat-alat bertani, senjata), tetapi juga unsur-unsur kebudayaan yang lebih abstrak dari sistem sosial atau sistem budaya (misalnya unsur-unsur organisasi kemasyarakatan, sistem perekonomian, upacara-upacara keagamaan, ataupun adat istiadat).

Kebudayaan memang beraneka ragam, tetapi perbedaan itulah yang membuat kebudayaan itu menjadi unik dan khas. Kebudayaan yang sekarang masih ada ini, harus dapat kita lestarikan bersama agar dapat tetap terus ada dan tidak hilang.

Sumber : Buku yang berjudul "Aneka Ragam Kebudayaan dan Masyarakat" karya Prof. Dr. Koentjaraningrat

Kompasiana

Mengapa Orang Iri Padahal Kita Gak Pernah Ganggu?


Iri hati - careeraddict.com


Dalam menjalani kehidupan sehari-hari kadang kala kita pernah mendapati perlakuan yang kurang mengenakkan dari orang-orang di sekitar kita. Dan ada saatnya dimana kuping terasa panas akibat adanya perkataan dan ucapan yang menyakitkan hati kita. Entah itu sebuah kritikan atau hujatan bahkan gosip yang dilayangkan orang lain disekitar kita tentang kehidupan kita yang membuat orang lain menjadi tidak senang. Dan itu merupakan ciri-ciri orang dengki kepada kita.

Kenapa orang lain merasa tidak senang melihat kehidupan yang kita jalani ini? Padahal kita sama sekali tidak pernah mengganggu dan mengomentari kehidupan mereka atau cari masalah dengan mereka. Inilah sebuah fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan dan hampir dirasakan oleh semua orang. Semua itu terjadi bisa dikarenakan adanya rasa iri dalam diri orang tersebut melihat kehidupan kita. Apa yang menjadi penyebab orang iri dengan kita? Mari simak beberapa penyebabnya pada penjelasan berikut ini.

Orang hanya melihat kita dari ‘cover’nya saja.

Sudah menjadi suatu kebiasaan bagi kebanyakan orang untuk menilai orang lain dari luarnya saja. Apa yang mereka lihat itulah yang mereka simpulkan. Tanpa mengetahui bagaimana sebenarnya diri kita mereka langsung memberikan penilaian yang akhirnya menimbulkan rasa iri dari dalam dirinya sendiri terhadap apa yang dilihatnya dari diri kita.

Mereka merasa tersaingi dengan keberadaan kita.

Rasa iri bisa muncul karena adanya rasa tersaingin dari dalam diri orang tersebut. Ia merasa takut untuk mendapatkan saingan dan takut terhimpit dan kehilangan tempat gara-gara kehadiran diri kita yang padahal belum tentu benar seperti apa yang ia bayangkan.

Merasa ‘ingin’ menjadi seperti kita tapi tidak mampu.

Ketidakmampuan seseorang untuk dalam suatu hal akan menimbulkan rasa iri di dalam dirinya jika melihat orang lain yang berhasil melakukan apa yang tidak bisa ia lakukan. Sehingga ia hanya bisa iri melihat semua itu ada pada diri kita.

Orang tersebut melihat kita lebih dari dirinya.

Bisa jadi orang tersebut melihat kita lebih dari dirinya dalam hal apa pun dan ia juga ingin menjadi seperti diri kita, namun sulit baginya. Hal ini akan menimbulkan iri dan dengki dari dalam dirinya setiap kali melihat orang lain ‘lebih’ dibanding dirinya sendiri.

Tidak suka melihat orang lain senang.

Mungkin ini adalah suatu penyakit yang banyak terjadi pada masyarakat. Setiap kali ada orang lain yang mendapatkan kebahagiaan dan kenikmatan akan ada saja orang yang merasa iri dan tidak senang melihatnya, yang seharusnya ia juga ikut bahagia melihat kebahagiaan orang lain agar ia juga bisa mendapatkan kebaikan.

Orang itu menganggap kita ini musuhnya.

Ada orang yang tidak suka dengan kita apa pun alasannya, sehingga orang itu secara tidak langsung menganggap kita sebagai musuh dan saingan yang akan mengalahkannya. Orang yang berpikiran seperti ini tentu saja akan selalu iri dengan segala kebaikan yang menghampiri kita.

Tidak suka melihat keberhasilan yang telah kita dapat.
Ada orang yang tulus merasakan kebahagiaan bersama kita, ada juga yang merasa tidak senang karena mereka merasa iri. Malahan orang tersebut akan berpikir bahwa kita tidak pantas mendapat kebahagiaan seperti yang ia lihat.

Menganggap remeh diri kita.

Orang yang terbiasa menganggap kita remeh, akan timbul di dalam hatinya rasa iri dan dengki jika melihat sebuah kebaikan, keberhasilan atau kenikmatan yang menimpa diri kita karena ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang ia remehkan ternyata lebih baik dari dirinya. Maka ketahui juga cara menyikapi orang yang meremehkan kita.

Mereka tidak mau kalah dan suka berlomba.

Orang yang suka berlomba dan tidak mau kalah dengan orang lain akan dengan mudah merasa iri melihat sesuatu yang dimiliki orang lain dan ia kan bersifat angkuh. Begitulah kenapa orang bisa iri melihat kita, mereka tidak mau kalah dengan kita dan akan berusaha untuk bisa mengejar untuk bisa lebih dari diri kita. Cara menghilangkan sifat angkuh perlu untuk kita ketahui agar kita bisa terhindar dari sifat iri dan dengki.

Kita memiliki kelebihan yang tidak dimilikinya.
Kita dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing dan kita juga diwajibkan untuk bisa bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Namun tidak untuk orang yang suka iri, ia akan terus dengki melihat kelebihan kita meskipun kita tidak pernah menganggunya sedikitpun.

Orang tersebut memiliki hati yang tidak bersih.

Orang yang memiliki hati yang tidak bersih akan jelas terlihat sifat iri dari dalam dirinya. Ia akan selalu berusaha melihatkan kelemahan dan kekurangan dari sisi kita dengan kata sindiran dan perbuatan yang akan memojokkan diri kita. Simak cara membersihkan hati agar kita terhindar dari sifat iri hati. Sebaiknya ketahui cara menghadapi sindiran dari temanyang tidak menyukai kita.

Itulah 11 penyebab orang iri kepada diri kita meskipun kita tidak menganggu kehidupannya. Ada baiknya juga bagi kita untuk mengetahui cara menghadapi orang iri melihat kehidupan kita.

Sumber: cintalia.com

Rabu, 15 Mei 2019

Mengapa Nyamuk Suka Terbang di Dekat Telinga?

Ilistrasi Nyamuk di telinga - tribunnews.com



Nyamuk bisa jadi termasuk serangga yang sudah akrab dengan kehidupan manusia. Hewan ini sangat mengganggu, terlebih gigitannya yang membuat gatal. Saat kita sedang rebahan di tempat tidur, suara dengungan nyamuk terdengar dekat telinga.

Hewan kecil bersayap ini bergantung hidup pada manusia dengan mengisap darah untuk membuat telur lewat protein dan zat besi dalam darah. Namun, pernahkah Anda berpikir mengapa nyamuk sering beterbangan di area telinga? Berikut penjelasannya.

Hawa Panas Tubuh

Telinga merupakan bagian tubuh yang memiliki suhu hampir mendekati suhu tubuh inti. Itu artinya, suhu di sekitar telinga adalah area yang paling konstan dan lebih tinggi dibanding bagian tubuh lainnya.

Nyamuk juga salah satu jenis serangga yang mampu mendeteksi hawa panas. Itulah mengapa nyamuk paling suka beterbangan di area kepala terutama telinga yang suhu panasnya tinggi.

Kelembapan

Nyamuk memiliki sifat alami menyukai aroma tubuh manusia. Mereka juga tertarik dengan keringat yang keluar dari kelenjar keringat di sekitar kepala. Dengan demikian, ada kemungkinan nyamuk terbang untuk mendekati area kepala, bukan telinga.

Hal itu disebabkan adanya kelenjar keringat yang tertahan oleh rambut. Maka tak perlu heran jika Anda yang seharian menghabiskan waktu di luar rumah tanpa membilas rambut terlebih dulu sering kali dikerumuni nyamuk di bagian kepala.

Tertarik Gas Karbondioksida

Ahli serangga dari Amerika Serikat Rick Pollack mengatakan bahwa nyamuk suka beterbangan di sekitar kepala karena tertarik pada gas karbondioksida yang dihembuskan manusia, terutama nyamuk betina. Dan, apabila nyamuk jantan yang ikut terbang di sekitar kepala, itu artinya nyamuk tersebut sedang menandai tempat untuk kawin.


Sumber: liputan6.com

Mengapa Bumi Bentuknya Bulat?



Kenapa Bumi itu bulat, kenapa nggak kotak ? Ini bisa dikatakan seperti pertanyaan yang sangat bodoh. Tapi justru masih banyak diantara kita menerima dengan mentah-mentah saja fakta bahwa Bumi itu bulat kenapa tidak harus kotak atau segitiga ?

Hal yang menyebabkan kenapa Bumi itu bulat, pendeknya adalah karena gravitasi, kerena setiap yang mempunyai masa di dunia ini tentu pasti ada gravitasi. Termasuk mobil, pohon dan orang.

Dalam hukum gravitasi, masa akan menarik masa yang lainnya. Kenapa sebabnya Bumi mengorbit matahari dan bulan mengorbit Bumi ? simpelnya karena masa yang saling menarik.

Ketika Bumi pertama terbentuk pada 4,5 miliar tahun yang lalu material debu dan gas saling menarik untuk membentuk Bumi yang kemudian membentuk Bumi sebagai planet yang solid, tapi kenapa bentuknya lingkaran, kenapa tidak kotak saja atau segitiga ?

Karena lingkaran merupakan bentuk yang efisien bagi setiap material untuk saling menarik. Sedangkan dengan kotak tentu memiliki sudut-sudut yang sulit dijangkau oleh gravitasi. Maka secara natural bentuk Bumi pasti membentuk bulat, bukan kotak.

Tetapi kenapa bentuk dari mobil, pohon dan orang bentuknya tidak bulat, padahal mereka juga memiliki gravitasi? jawaban tepatnya adalah karena gravitasi mereka tidak sebesar Bumi. Jadi sangat mungkin bagi mereka untuk dapat membentuk sudut-sudut lancip seperti bentuk kotak.

bagitu juga dengan bentuk Asteroid yang jarang memiliki berbentuk bulat, karena tarikan material gravitasimereka tidak sebesar dengan Bumi. Oleh sebab itu bentuk bulat itu pun menjadi salah satu syarat bahwa objek langit itu dapat disebut sebuah planet atau tidak.

Tapi setelah Kamu membaca artikel ini, tidak semua objek yang berbentuk bulat memiliki gravitasi yang kuat. Perlu dilihat prepektifnya, jadi jangan disangka bola basket dan bakso memiliki tarikan gravitasi yang kuat, hanya karena bentuk mereka bulat.

Sudah tahu bukan kenapa Bumi itu bulat, bukan kotak saja atau segitiga ? sesuatu yang sudah ada didunia ini tentu ada filosofinya, jadi sekarang buanglah rasa untuk menerima begitu saja tanpa mengetahui asal usulnya. Ingat yang mentah-mentah itu tidak enak kawan.

Sumber: dafunda.com

Selasa, 14 Mei 2019

Mengapa Orang Jawa Ada Dimana-mana dan Menyebar Banyak di Indonesia?


Orang Jawa - merahputih.com


Bila bertanya mengapa orang Jawa ada dimana-mana atau mengapa orang Jawa banyak menyebar di Indonesia. Kira-kira jawabnya apa ya? Sebelumnya ini bukan lagi singgung soal SARA. Tapi hanya bahasan ringan terkait keberagaman suku di Indonesia.

Dan mengapa orang Jawa ada dimana-mana? Salah satu jawabnya ialah karena mereka gemar merantau.

Tak hanya Medan atau Madura, orang-orang Jawa juga dikenal sebagai perantau yang ulung. Buktinya, mereka ada di mana pun. Mulai dari ujung barat sampai timur Indonesia. Alasannya sendiri macam-macam, entah karena domisili pasangan sampai untuk tujuan mendapatkan nasib yang lebih baik. Nah, keunikan orang Jawa ketika merantau ini adalah sambutan terhadap mereka yang benar-benar terbuka alias diterima.

Ya, di mana pun, orang Jawa selalu disukai orang-orang sekitarnya. Bahkan kita cukup jarang mendengar orang Jawa rantauan berbuat rusuh atau melakukan anarkisme-anarkisme. Orang Jawa dibesarkan dengan nilai-nilai. Dan inilah yang mereka pegang sebagai pedoman hidup, di mana pun mereka berada.
Nah, berikut adalah alasan-alasan kenapa Wong Jowo selalu bisa mendapatkan hati banyak orang-orang di sekitarnya.

1. Orang Jawa Kalem dan Lebih Suka Ngalah

Seperti halnya Medan yang keras atau orang Timur yang bicaranya tinggi, orang-orang Jawa juga terkenal akan ciri khas mereka yang kalem. Gara-gara sifat yang seperti ini membuat mereka bisa meluluhkan hati. Apalagi Jawa yang kita bicarakan adalah Solo yang notabene terkenal dengan kalemnya yang luar biasa.

Tak hanya sifatnya yang kalem, orang Jawa cenderung suka mengalah. Misalnya, ketika ada masalah, kebanyakan orang Jawa akan berdamai, setidaknya dengan dirinya sendiri. “Sudah, sudah, daripada nambah masalah lebih baik ngalah saja,” kurang lebih seperti itu. Sayangnya, lantaran sifat yang seperti ini kadang orang Jawa jadi gampang dimanfaatkan.

2. Orang Jawa Ahli Dalam Membaur

Semangat kebersamaan orang Jawa harus diakui luar biasa. Mereka sangat ahli bersosialisasi dan menempatkan dirinya. Di tanah rantauan pun begitu, orang-orang Jawa terkenal sangat mudah untuk kenal dan kemudian cepat tergabung dalam komunitas masyarakat.

Guyub adalah istilah Jawa yang tepat tepat untuk perilaku ini, dan artinya adalah rukun dalam kebersamaan. Sebisa mungkin orang-orang Jawa akan langsung masuk dalam lingkup masyarakat setempat begitu mereka menempati tempat baru. Sikap sok kenal sok dekat mereka memang kadang nyebelin bagi sebagian orang, tapi ini yang menjadikan kita cepat akrab dengan orang Jawa.

3. Mereka Punya Sopan Santun

Orang Jawa dan sopan santun memang seperti tak bisa dilepaskan, karena memang begitulah mereka. Coba perhatikan ketika orang Jawa lewat di depan orang banyak, pasti mereka akan sedikit membungkukkan badannya sambil bilang permisi. Soal bahasa juga demikian, meskipun di tanah rantauan mereka tidak memakai bahasa Jawa, orang-orang ini selalu melontarkan kata-kata dengan apik dan santun.
Orang Jawa juga tahu aturan. Ketika di tanah rantauan dilarang ini dan itu, sebisa mungkin mereka akan mematuhi hal tersebut. Selain karena status mereka sebagai pendatang. Hal-hal seperti inilah yang membuat mereka akhirnya disukai banyak orang di banyak tempat.

4. Orang Jawa Selalu Ringan Tangan

Kalau yang ini mungkin general, namun gemar menolong juga merupakan ciri khas orang Jawa. Suka menolong sudah ditanamkan kepada orang-orang Jawa sejak mereka kecil. Orangtua selalu mengajarkan untuk membantu siapa pun dalam keadaan apa pun.

Bahkan kadang tak perlu sampai kita ngomong, orang Jawa biasanya akan langsung menawarkan bantuan mereka. Baiknya lagi, orang Jawa takkan sensi jika kita meminta tolong berkali-kali. “Oh, ndak papa kan memang harus saling tolong menolong,” begitu yang akan mereka katakan ketika kita sungkan gara-gara bolak balik minta tolong.

5. Tukang Jawa Suka Menyapa

Berhubungan dengan sikap SKSD orang Jawa, mereka juga terkenal akan kebiasaan suka menyapa. Tak hanya ketika berpapasan di jalan, tapi juga ketika kita tak sengaja lewat depan rumah mereka. Begitu baiknya, kadang mereka akan mengajak kita masuk ke rumah untuk sekedar ngobrol, plus ditemani singkong hangat dan kopi.
Mereka juga sering kali berinisiatif untuk menyapa lebih dahulu. Memang sudah semacam insting manusia untuk melakukan apa pun agar bisa diterima, termasuk dengan menyapa ini. Dan orang Jawa melakukan hal tersebut dengan sempurna.

6. Pemalu dan Raja Sungkan

Memang tak semua orang Jawa jago dalam membaur, sebagian lagi lebih banyak diam. Hal ini sebenarnya juga merupakan implikasi dari sikap bawaan mereka yang sopan dan kalem sehingga menghasilkan sifat pemalu dan sungkn.
Meskipun demikian, biasanya sifat pemalu dan sungkan yang ditunjukkan orang-orang Jawa hanya pada awal perkenalan. Ketika sudah akrab mereka akan bersikap natural. Tapi, tetap untuk beberapa hal mereka akan konsisten dengan sikap tersebut.

7. Orang Jawa Cantik dan Ganteng

Tak dipungkiri jika bentuk fisik adalah alasan kuat lain kenapa seseorang disukai. Orang Jawa pun melengkapi sifat-sifatnya dengan kemasan fisik yang aduhai. Yang wanita biasanya cantik dan prianya juga ganteng.

Hal ini pun membuat mereka makin gampang untuk diterima di tanah rantauan. Bahkan cukup banyak tuh gadis-gadis terpikat dengan pria Jawa yang ada di tempat mereka atau sebaliknya. Bahkan sampai ada yang menikah dan akhirnya menetap di tanah rantauan sampai akhir hayat.

Alasan-alasan inilah yang membuat orang Jawa disukai di mana pun mereka tinggal. Sebenarnya masih ada beberapa sifat lagi yang identik dengan mereka, seperti sangat menghormati yang lebih tua serta aplikasi dari banyak falsafah hidup yang unik. Salah satunya adalah istilah Terimo ing Pandum atau mensyukuri apa yang ada. Setiap orang punya sifatnya masing-masing, tergantung bagaimana cara kita menatanya. Apalagi di tempat baru yang notabene berbeda kultur dengan kita. Soal itu, mungkin tak ada salahnya jika kita sedikit belajar sifat-sifat orang Jawa di atas.

Mengapa Manusia Perlu Aturan? Bukannya Lebih Enak Hidup Bebas Aja

Manusia - hipwee


Manusia perlu aturan agar tidak terdapat pertentangan (konflik) dalam interaksi antar sesama manusia di lingkungan masyarakat. Mengapa demikian?

Di tengah lingkungan masyarakat terdapat banyak aturan. Aturan ini dapat berupa aturan tak tertulis seperti norma dan etika, atau aturan terlusi seperti hukum dan undang-undang.


Aturan pada dasarnya dibentuk agar manusia dapat menjalankan haknya, tanpa mengurangi atau melanggar hak orang lain. Seperti yang disebutkan Thomas Hobbes dalam karyanya “De Cive”, bahwa "Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya". Maksudnya manusia akan saling menyakiti satu sama lain, karena keinginan manusia untuk mendapatkan haknya dan memenuhi kebutuhannya akan mendorong untuk melanggar hak orang lain, bila tidak ada aturan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya konflik. Karena itulah manusia memerlukan aturan agar dapat menghindari hal yang tidak diinginkan tersebut.


Contohnya adalah saat kita berkendara di jalan. Pengendara kendaraan bermotor memiliki hak untuk melintas, sementara pejalan kaki memiliki hak untuk menyeberang. Tanpa aturan, maka akan terjadi kecelakaan saat keduanya berebut menggunakan jalan. Karena itu diperlukan aturan lalu lintas di jalan, seperti aturan zebra cross dan lampu merah, agar terjadi ketertiban dan mencegah terjadinya konflik.

Sumber: brainly.co