Jumat, 01 Desember 2017

Mengapa Nama Orang Papua Mirip Nama Orang Bule?

Anak-anak Papua - bobo.id

Wilayah Indonesia bagian timur selain keindahan alam dan kekayaan alamnya yang begitu luar biasa. Namun disamping itu semua, budaya dan kehidupan saudara kita di ujung timur tanah air ini juga menarik untuk dibahas.

Salah satunya ialah nama khas yang umum digunakan di Papua. Mungkin sebagian kita belum banyak yang pernah pergi ke Papua. Namun kabar terkait Papua pastinya sudah pernah dengar dong dari beberapa media, baik online maupun offline, darimana aja dah...

Saya sendiri mengetahui beberapa nama orang Papua atau Indonesia Timur seperti para pemain dari Persipura Jayapura. Siapa yang gak kenal sama kaka Boaz (Boaz Solosa), Eduard Ivakdalam, Imannuel Wanggai, Riccardo Salampessy dan tokoh Papua yang sekarang gambarnya ada di selembar uang Rp. 10.000, Frans Kaisepo. Secara garis besarnya mungkin kamu ada yang berpikir, kok nama orang Papua seperti nama orang Eropa ya? Ini di import atau gimana...

Sebelumnya saya disini bukannya mau membahas dan menyinggung soal SARA ya. Namun memang pada umumnya sejauh yang saya ketahui, pemberian nama seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Bisa dari agama, suku, ras, maupun domisili. Seperti di Jawa, nama orang Jawa setahuku dibedakan dari 3 kasta. Pertama Ambangan, lalu ada keturunan Arab dan golongan priyayi.

Masyarakat Papua banyak yang menggunakan nama yang mirip dengan nama orang Eropa. Mungkin ini terkait pengaruh dari ajaran dari bangsa Eropa sendiri. Sekali lagi bukan bermaksud menyinggung soal SARA. Seperti kita tahu masyarakat Papua adalah mayoritas penganut Kristen. Seperti tertulis di Wikipedia: penganut Kristen Protestan (61,36%), Katolik (21,01%), Islam (17,40%), Hindu (0,14%), Budha (0,9%)

Barangkali masyarakat Papua mengambil nama-nama yang ada di alkitab sebagai nama anak-anak mereka. Seperti halnya umat Islam yang merujuk pada nama-nama Nabi.

Selain itu pengaruh budaya di Papua berbeda dengan wilayah Indonesia lainnya (khususnya Indonesia Barat). Di jaman kerajaan Hindu, Budha sampai Islam, kerajaan yang pernah berkuasa di Nusantara berpusat di Jawa atau Sumatra. Beberapa kerajaan juga ada yang berpusat di Sulawesi dan Maluku.

Seperti namanya Papua. Pada tahun 1646 kerajaan Tidore menyebut wilayah yang sempat bernama Irian Jaya ini sebagai Pap-Ua yang kemudian penyebutannya berubah menjadi Papua. Dalam artian merupakan tidak bergabung atau tidak bersatu. Dalam bahasa Melayu diartika berambut keriting. Memiliki arti lain bahwa daerah ini tidak ada raja yang memerintah.

Masyarakat Papua menerima dengan baik nama ini karena mencerminkan jati diri orang Papua yang sesungguhnya berbeda dengan masyarakat daerah lain dan juga kerajan Tidore.

Sekali lagi, mungkin pencampuran budaya yang berbeda dengan wilayah Indonesia lainnya yang menyebabkan pemakaian nama orang-orangnya juga berbeda.

Pada akhirnya nama orang Papua yang agak ke-bule-bule-an. Tentu gak cuma orang Papua saja tokh yang begitu. Sekarang sudah banyak kan nama orang Indonesia yang mirip nama orang Barat. Mungkin karena begitu heterogennya masyarakat di Indonesia bagian barat, pengunaan nama import (Eropa) tidak terlalu mencolok seperti di Papua. Karena nama Steve, William di Jawa, Sumatra jumlahnya belum ada apa-apanya dibanding nama Budi, Toni dan Ani. Sedangkan nama-nama orang Papua memang khas mirip-mirip nama orang Eropa. Itulah mengapa saya sampai membuat artikel Mengapa Nama Orang Papua Mirip Nama Bule?

Dan kesimpulannya sampai tulisan ini saya publish. Saya belum menemukan jawaban dari sumber yang terpercaya, jelas, terkonfirmasi dan terverifikasi yang dengan sah menjawab pertanyaan dari tulisan yang berjudul Mengapa Nama Orang Papua Mirip Nama Bule? Barangkali hanya orang Papua yang tahu jawabannya atau kamu punya jawabannya? Tulis di komentar ya :)

Kamis, 23 November 2017

Mengapa Harus Membaca Buku? Bukannya Ada Internet


Membaca buku merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat. Membuat pembacanya meluas wawasannya, juga sebagai cara paling ampuh untuk menimba ilmu. Tidak heran bila banyak negara yang menggalakkan budaya membaca bagi anak-anak. Tentu buat orang dewasa juga mesti rajin membaca ya. Kamu mesti tahu alasan mengapa membaca buku itu penting!!

Meski jaman sekarang sudah ada internet yang mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi. Namun keberadaan buku tidak boleh dikesampingkan. Karena dengan membaca buku, akan banyak ilmu dan wawasan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui bahkan kepikiran sekalipun. Dan boleh jadi minat dan bakat akan terinspirasi dari hasil membaca buku.

Berbeda bila hanya mengandalkan internet, kita hanya membaca hal yang ingin kita ketahui aja. Dan buku sekarang juga telah tersedia dalam versi digitalnya. Sama-sama buku, tapi kalau buku digital atau e-book tidak berbentuk fisik seperti buku pada umumnya.

Buku biasa maupun e-book sebenarnya sama saja manfaatnya, hanya saja sensasi membaca buku secara konvensional rasanya sulit tergantikan. Bener apa bener?

Meskipun sumber ilmu di jaman sekarang sudah beragam dan bisa dari media manapun. Namun tetap selalu ada alasan Mengapa membaca buku itu penting!!

Sebagai obat efektif untuk susah tidur

Sering mengantuk ketika lagi baca buku? Itu wajar kok, saya sering gitu juga. Justru ini menjadi kabar baik buat kamu yang sering insomnia. Mulai sekarang, ketika hendak tidur lebih baik enyahkan itu yang namanya gadget dan bacalah buku. Memang sulit sih, secara jaman now itu sedetik aja jauh dari gadget rasanya susah. Tapi kalau mau usaha, gak mustahil.

Matamu Akan Lebih Sehat Karena Fokus pada Satu Sumber Penerangan

Dalam hal sumber penerangan, membaca buku jelas jauh berbeda dengan membaca darigadget. Sewaktu membaca buku, sumber peneranganmu hanya berasal dari lampu ruangan atau mungkin sedikit tambahan lampu belajar. Sedangkan jika membaca darigadget, matamu juga harus menyesuaikan daya akomodasi lensa dengan sumber cahaya dari layargadget. Hal ini yang menyebabkan membaca darigadgetmembuatmu mudah lelah dan rentan mengalami kerusakan mata dibandingkan dengan membaca buku.

Gangguan Ketika Baca Buku Lebih Sedikit daripada Gangguan 

Alasan yang satu ini pasti terpampang nyata dan kamu rasakan benar perbedaannya. Membaca buku membuat konsentrasimu tertuju pada hal yang sedang kamu baca. Sementara membaca dari gadget benar-benar dapat terusik oleh banyak gangguan. Masih ingat bagaimana pop upiklan, chat dari teman, atau notifikasi media sosial mengganggu aktivitas membacamu digadget?

Daya Ingat dan Konsentrasi Meningkat Jika Rajin Membaca Buku


Beberapa penelitian sederhana sudah membuktikan kalau membaca buku membuat konsentrasi dan daya ingatmu semakin meningkat. Bahkan sebuah percobaan yang dilakukan di Norwegia juga menunjukan hasil mengejutkan. Bahwa orang yang diajak membaca novel daribuku saku mampu mengingat alur cerita secara lebih baik dan lengkap daripada orang yang membaca novel dari gadget. 

Mengembangkan Imajinasi dan Kreativitas Sembari Membaca Buku Favoritmu!

Membaca darigadgetmemang menyenangkan. Banyak ilustrasi menarik berformat audio, visual, maupun audio visual. Ilustrasi tersebut tidak banyak kita dapatkan melalui buku. Kalau pun ada, mungkin hanya berupa ilustrasi visual seadanya. Jangan berkecil hati karena minimnya ilustrasi pendukung di buku. Justru hal tersebut membuat imajinasi dan kreativitasmu lebih berkembang. Secara tak langsung, kamu akan lebih kreatif dalam menginterpretasikan isi buku dibenakmu.

Kamu Bisa Membaca Buku Kapan Pun Kamu Mau, Tanpa Tergantung Oleh Teknologi

Kalau mau membaca darigadget, kamu butuh ruangan yang terang, koneksi internet untuk mengunduh bahan bacaan, serta bateraigadgetyang mencukupi. Tetapi kalau membaca buku, yang kamu butuhkan hanyalah penerangan yang memadai serta buku kesukaanmu. Sewaktu internet sedang bermasalah, kamu bisa terus melanjutkan kegemaranmu membaca buku. Tentu saja tanpa marah-marah dan mengumpat karena koneksi internet yang tidak bisa diandalkan.

Sensasi Mendapatkan dan Membuka Buku Baru Tidak Bisa Digantikan Oleh Apa Pun

Sebuah penelitian yang dipublikasikan diJournal Library and Information Science Researchtahun 2014 mengungkapkan fakta unik seputar membaca buku baru. Ase Kristine Tvait, sang pemimpin penelitian, menyatakan kalau sensasi membaca buku baru tidak bisa digantikan oleh apa pun. Seseorang akan merasakan kepuasan tersendiri ketika membuka kemasan plastik pembungkus buku, menyentuh halaman demi halaman yang masih rapi, serta mencium aroma khas kertas pada buku baru. Kepuasan sederhana ini mampu meningkatkan mood dan membuatmu semakin tertarik membaca buku.

Demikian itu tadi alasan-alasan mengapa membaca buku itu penting, bahkan penting banget!!

toko buku online belbuk.com

Dan kemudahan yang ditawarkan dari kemajuan teknologi juga memudahkan kita mendapatkan buku-buku favorit. Proses membeli buku kini bisa melalui online. Tinggal klik buku sudah sampai rumah. Saya rekomendasikan Belbuk.com untuk mencari dan membeli buku favorit kamu.

Sumber: rula.co.id

Minggu, 19 November 2017

Bagaimana Mungkin Timnas Suriah Tetap Berprestasi? Padahal Dilanda Perang

Selebrasi sujud sukur timnas Suriah, mirip selebrasi timnas Indonesia ya? - bolasport.com

Pekan ini Indonesia telah melakukan pertandingan persahabatan internasional melawan timnas Suriah. Tentu bagi kamu yang mengikuti perkembangan dunia beberapa tahun belakangan ini, pasti sudah bukan rahasia lagi bahwa telah berkecambuk perang saudara di Suriah. Lantas bagaimana mungkin negara yang lagi berperang ini mampu mengirimkan timnas sepakbola mereka berlaga di Indonesia? Padahal telah porak poranda akibat perang. Bahkan timnas Indonesia kabarnya kalah loh sama Suriah.

"Timnas Indonesia U-23 kalah 2-3 sementara Timnas Senior kalah 0-1. Sama-sama dikalahkan oleh timnas Suriah U-23, lewat pertandingan tanggal 16/11 dan 18/11 di stadion Wibawa Mukti, Cikarang."

Faktanya, perang ya tetap perang dengan segala rasa sakit yang ditimbulkan. Namun hidup tetap harus berjalan, life must go on!!

Suriah, negara yang kalau disebut di dunia Internasional dengan nama Syria (Siria) ini seperti kita tahu telah hancur akibat perang saudara yang tidak berkesudahan. Juga kita tahu ada ISIS juga disitu, yang mana nama Suriah ada di dalam singkatan kelompok teror tersebut.

Seakan nyaris tak terpengaruh oleh perang, prestasi sepakbola Suriah justru meningkat. Bahkan mereka hampir saja lolos ke Piala Dunia 2018 Moskow, Russia. Hanya saja langkah mereka harus terhenti, setelah dikalahkan oleh Australia dalam perebutan 1 tiket play-off piala dunia untuk melawan wakil dari Concacaf. Satu fakta yang membuat kita warga Indonesia malu, melihat prestasi sepakbola di negri sendiri. Tapi ya sudahlah..

Tidak usah terlalu lebar pembahasannya. Pasti kamu dan saya juga mikir, ini orang-orang Suriah bagaimana latihan bolanya? Negara lagi perang kok masih sempatnya mikirin main bola? Apa coba rahasia dari timnas Suriah yang tetap berprestasi di tengah guncangan perang?


tahukah kamu? meski dibayangi perang, denyut sepakbola Suriah tetap berjalan normal. Ya mereka sih tetap serius mengasa skill olah bolanya.


Pelatih timnas U-23 Suriah, Hussein Afash, menegaskan bahwa konflik bersenjata di negaranya sama sekali tidak mengganggu fokus Moumen Naji dkk. Mengutip keterangan Hussein Afash dari bolasport.com seusai Suriah U-23 mengalahkan Indonesia U-23 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (16/11/2017).

"Dengar, negeri kami tidak sama seperti yang diberitakan di televisi. Kami bukan hanya perang, perang, dan perang," ucap Hussein.

"Hanya ada dua kota yang tengah dilanda perang. Untuk kami, itu tidak masalah. Kami bisa latihan dan bermain dengan normal," kata eks juru taktik Al Ahli Lebanon itu.

Kota Allepo merupakan kota kedua terbesar di Suriah. Dikabarkan hancur imbas perang sipil di negar dengan presiden Bashar Al Asad tersebut.

Namun timmas Suriah masih enjoy saja menggelar latihan di ibukota Damaskus. Ya saya sendiri gak tahu pasti sih kondisi pastinya disana seperti apa, yang jelas semangat mereka untuk main bola patut diacungi jempol!!

Kegembiraan timnas Suriah setelah memastikan satu tempat di play-off zona Asia - bola.republika.co.id

Saya juga gak tahu rahasia atau bagaimana mereka latihan bola tengah negara lagi perang. Ritual apa? Atau ajian apa yang merek lakukan? Aji Pangestu atau Aji Santoso? *whuaa* Ya itu urusan "dapur" mereka. Sejauh yang saya tahu, so far timnas Suriah menggelar laga kandang pada kualifikasi piala dunia 2018 Moskow di tempat netral, yakni di Malaysia dengan alasan keamanan. Jangan tanyak mengapa di Malaysia, karena saya juga gak tahu. Hhehe

Sementara itu di FIFA ranking, Suriah juga mampu menempati posisi 77 dunia, sangat jauh dibanding Indonesia yang saat ini berada di posisi 165. Hal ini karena jadwal pertandingan internasional saja sih yang berbeda. Seperti kita tahu sepakbola Indonesia sempat di sanksi oleh FIFA, sehingga peringkat Indonesia terjun bebas.

Pemain timnas Indonesia U-23, Osvaldo Hay berduel udara dengan para pemain Suriah U-23 - indosport.com

Terus kalau sekarang mau membandingan kondisi sepakbola Indonesia dan Suriah, bisa dibilang sangat bertolak belakang. Dimana Suriah dengan  segala kondisi serba salah, namun malah bisa berprestasi. Sementara di satu sisi, ada negeri kaya yang katanya aman dan damai, mohon maaf... tapi kok prastasi sepakbolanya masih gitu aja. Mengapa ya.. Mengapa? Oh mengapa?

Kamis, 16 November 2017

Siapa Nenek Moyang Orang Indonesia?


Ke-bhinneka-an bangsa Indonesia sudah dikenal sejak dulu. Beragam suku dan ras mendiami Bumi Nusantara ini, konon sudah dari 1,5 juta tahun yang lalu. Itu sudah lama banget. Lantas, siapa sih manusia pertama yang mendiami wilayah yang kini disebut Indonesia?

Sebuah pertanyaan yang jelas-jelas bikin saya sendiri penasaran. Secara kepercayaan, saya yakini nenek moyang manusia atau manusia pertama di dunia ialah Nabi Adam AS. Mengenai dimana letak pertama kali Nabi Adam AS diturunkan di Bumi saya kurang tahu persisnya. Tetapi yang jelas, keturunan Nabi Adam AS bukanlah manusia purba ya. Dan menurut beberapa artikel yang sudah saya baca, basis pemukiman pertama adanya di Afrika.

Jutaan tahun berlalu sampai sekarang manusia sudah mendiami hampir pelosok planet ini. Di Indonesia, dengan segala keunikan manusia yang begitu beragam. Sayangnya jaman dulu belum ada Dinas Catatan Sipil, jadi bagi kita Kids Jaman Now merasa bingung siapa nenek moyang bangsa Indonesia? *gue ini keturunan siapa?*

Menarik jauh kebelakang sejarah bangsa Indonesia yang dulunya ternyata pernah didatangi gerombolan migrasi manusia. Walaupun gak "diundang" gelombang migrasi manusia berduyun-duyun mendiami Nusantara. Entah apa yang mereka cari, namun yang jelas mereka ini dipercaya sebagai nenek moyang Indonesia.

Mereka ini siapa?

Salah satu pendukung teori nenek moyang bangsa Indonesia di atas adalah von Heine Geldern. Menurut beliau, nenek moyang bangsa Indonesia yang menurunkan generasi paling banyak sekarang ini berasal dari benua Asia (Yunnan, Cina Selatan). Pendapat Geldern didukung bukti berupa kesamaan peninggalan benda-benda antara daerah Yunnan dan Indonesia.

Diduga mereka datang dalam dua gelombang migrasi besar yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 5000 SM dan tahun 2000 SM. Mereka menyeberang kekepulauan di Samudera India, kemudian menyebar dari Madagaskar hingga ke Filipina dan Melanesia, yang akhirnya hidup menyatu dengan penduduk asli setempat. Inilah yang disebut sebagai nenek moyang bangsa Indonesia.

Dan inilah mereka-mereka (nenek moyang Indonesia)

Kedatangan Homo Erectus

Screenshoot dari zenius.net
Jika kamu merasa sebagai pribumi asli dan tinggal paling lama di Indonesia. Kamu mesti kenalan dulu dengan Homo Erectus. Penduduk paling lama di Nusantara.

Jadi jaman dulu, sebelum bentuk manusia sekece sekarang atau yang disebut Homo Sapiens (manusia modern). Homo Erectus sudah terlebih dulu datang ke Indonesia, konon sudah dari 1,5 - 1,7 juta yang lalu.

Meski manusia modern seperti jaman sekarang bukanlah keturunan Homo Erectus. Nenek moyang Indonesia juga bukanlah dari Homo Erectus. Namun mengapa saya bahas homo erectus? Karena merekalah yang paling lama di Nusantara, meski mereka bukan nenek moyang kita. Jadi kamu gak usah repot-repot mengklaim sebagai makhluk tertua di Indonesia.

Uniknya Homo Erectus yang datang ke Nusantara menjadi fenomenal. Diantara Homo Erectus lainnya yang memilih migrasi ke Eropa dan Asia tengah, Mereka ini "nekat" banget migrasi jauh-jauh dari Afrika ke Nusantara. Bahkan sanggup menelurusi sampai ke Flores. Naik apa coba mereka ini?

Faktanya Homo Erectus tersebut dapat berjalan kaki menjelajah Nusantara. Karena dulu pulau-pulau seperti Sumatra, Jawa, Bali dll masih gandeng bahkan menyatu dengan semenanjung Malaya.


Jadi Erectus ini bisa berjalan kaki dari Indocina sampai ke Bali. Orang purba dulu bisa liburan ke Bali hanya jalan kaki cuy!!

Setelah jutaan tahun mendiami dan mengacak-ngacak bumi Indonesia versi purbanya. Namun manusia seperti kita sekarang, bukanlah keturunan Erectus. Karena Para Homo Erectus punah sejak 100.000 tahun yang lalu.

Kedatangan Homo Sapiens : Melanesia


Masih dari Afrika sama seperti Erectus. Homo Sapiens atau sering disebut juga manusia modern. Gelombang pertama para Sapiens ke tanah yang kelak disebut Indonesia ini berjenis Melanesia berlansung sejak 100.000 tahun yang lalu. Melanesia ini datang dari Afrika menelurusi pantai Asia Tengah ke India sampai ke paparan Sunda. Kemudian ada yang menyeberang ke paparan Sahul, nyeberangnya pakai perahu. Karena pada masa itu wilayah Indonesia tengah masih bersatu, iya bersatu karena Bumi lagi jaman Ice Age. Jadi para petualang ini masih bisa jalan kaki mengembala sebagian Wilayah Nusantara.

Pemetaan penyebaran Melanesia di kepulauan Nusantara pada jaman es - zenius.net

Sederhananya Melanesia ini kita kenal saat ini adalah saudara-saudara kita yang ada di Indonesia Timur (Papua). Sebagian diantara Melanesia lainnya juga menyebar ke Thailand, Malaysia, Filipina, bahkan sampai ke Australia.

Kehidupan orang Melanesia berawal dengan budaya berburu dan mengumpulkan makanan (hunter & gatherer), yang kemudian sebagian besar (kecuali Aborigin Australia) mulai mengenal pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam skala kecil. Sayangnya, kebudayaan agrikultur ini tidak berkembang dengan skala luas karena kecenderungan masyarakat Melanesia yang berjumlah kecil dan terpisah jauh dengan suku tetangga lain. Hal ini juga yang menyebabkan orang Melanesia bisa hidup tanpa perlu mengembangkan pertanian dan peternakan dalam skala besar.

Dan kalau mau ditanya siapa manusia modern pertama di atau siapa 'pribumi' pertama di Nusantara, ya mereka ini lah Ras Melanesia. Ini jika dilihat dari siapa yang paling lama ya.

Kedatangan Homo Sapiens : Austronesia


Gelombang kedua Homo sapiens ke Bumi Nusantara ini yaitu kelompok melayu-austronesia. Rumpun Austronesia ini merupakan rumpun yang sangat besar, mencakup suku Melayu, Formosan (Taiwan), Polynesia (Hawaii, Selandia Baru, dsb). Migrasi ini terjadi sekitar 5000 tahun yang lalu.

Pemetaan penyebaran ras Austronesia setelah Bumi melewati zaman es - zenius.net

Ras Austronesia datang ke Nusantara gak cuma modal "nekat" doang. Mereka ini mempersiapkan diri dengan matang untuk berpetualang, mungkin mereka ini sosok Bolang jaman dulu. Huahaa.. Mengapa demikian? Karena mereka datang ke Nusantara tanpa tangan kosong. Di perahu mereka juga memuat hewan ternak seperti babi, ayam bahkan bibit padi. Dan lagi perahu mereka memiliki cadik dua, sudah canggih bukan. Jadi para nenek moyang gak terlalu terombang-ambing di lautan, bisa agak selow men!!

Ilustrasi perahu bercadik dua - ilmusiana.com

Para Austronesia ini dikenal suka nanem. Jadi mereka ini makan sehari-harinya gak hanya mengandalkan hasil berburu doang. Bisa dibilang teknologi yang mereka bawah "canggih" pada masanya dengan perahu bercadik dua dan sistem pertanian yang efektif.

Dan di masa sekarang, Austronesia di Indonesia banyak bermukim di wilayah Indonesia bagian barat. Ciri-cirinya wajah bulat, rambut hitam bergelombang, hidung lebar dan kulit kecoklatan.

Praktis, Nusantara pada saat itu dihuni oleh ras Melanesia dan Austronesia. Seperti kita lihat sekarang peninggalan dan ciri-ciri ras Melanesia terdapat di wilayah Indonesia bagian Timur. Sedang di Indonesia bagian Barat ditandai sebagai Austronesia. Dan diantara juga terjadi percampuran budaya Melanesia-Austronesia. Karena secara Morfologis, bangsa Indonesia bagian timur merupakan campuran Austronesia dan Melanesia. Sementara ras Melanesia aslinya itu mereka yang setia pada kearifan lokal, hidup damai di pedalaman Papua, berkebun dan berburu serta hidup dalam kesukuan.

Melayu Tua (proto) dan Melayu Muda (Deutero)

Pemetaan penyebaran Proto Melayu dan Deutero Melayu - ilmusiana.com

Jangan disangka antara melayu tua dan Melayu muda ini kakak adik ya, sementang tua dan muda. Awalnya saya juga mikirnya gitu, tapi ternyata Bukan gitu mas mbak bro!!

Ciri khas yang melekat pada Melayu tua dan muda ini membuat mereka sedikit berbeda. Meski mereka ini sama-sama Melayu Austronesia. Namun Melayu Austronesia ada yang sukanya mager dan satunya lagi gak bisa diam.

Melayu tua atau Proto Melayu disebut sebagai kelompok masyarakat yang mager. Bukanya mereka ini males loh ya, kalau mereka malas mana mungkin coba keturunannya masih bertahan hingga kini.

Dayak, salah satu contoh suku dari Proto Melayu di Indonesia - kaskus.co.id

tapi emang udah berhasil menciptakan masyarakat yang stabil sehingga sudah tidak diperlukan lagi mobilisasi penduduk. Keturunan Melayu golongan pertama ini bisa kita liat pada suku Nias di Pulau Nias dan suku Dayak di pedalaman Kalimantan, yang juga biasa disebut sebagai “Proto Melayu” (Proto = purwa/primitif).

Minang, salah satu contoh suku dari Deutero Melayu di Indonesia - ragamsukudunia.blogspot.com

Sedangkan di sisi lain, ada golongan melayu yang karena alasan tertentu (misalnya: kondisi geografis, iklim, bencana, dll) merasa perlu untuk terus berpindah tempat sekaligus berinteraksidengan kelompok lain di sekitarnya, sehingga memungkinkan adanya percampuran budaya, bahasa, serta gen. Misalnya saya, berasal dari suku Jawa namun tinggalnya di Sumatra. Dan juga kamu dari Batak, Kamu dari Minangkabau, Banjar, Makasar, Bugis, Madura, Bali, Lombok, Aceh dan lainnya lagi suku-suku yang kita kenal di Indonesia serta biasa disebut sebagai “Deutero Melayu” (Deutero = Berulang/ulangan).

Dan pada akhirnya ras Melayu sudah merasa nyaman tinggal di Bumi Nusantara. Beranak pinak di tanah air sehingga membuat peradaban dan kebudayaan beragam di Indonesia kelak. Mereka ini bercirikan kelompok masyarakat yang bangun rumah panggung atap rumbia, tarian, baju adat berwarna-warni, tatoan, bahasa-bahasa yang masih berciri khas Austronesia dapat kita nikmati sampai sekarang. Dan gak cuma di Indonesia dan Malaysia, budaya serupa juga terdapat di Selandia Baru, pulau Paskah, orang asli Taiwan, Madagaskar dan daerah plosok Austronesia lainnya.

Selang waktu berjalan semenjang etnis Melayu berkembang di Nusantara. Peradaban Austronesia semakin maju dan interaksi dengan kebudayaan lain, termasuk transaksi logam hasil kebudayaan Dong Son di Vietnam. Transaksi logam dengan peradaban yang jauh di seberang lautan ini juga memicu orang-orang Melayu Austronesia di Nusantara untuk mengembangkan industri metalurgi logam mereka sendiri.

Semakin ramai perdagangan logam di Nusantara, mengundang bangsa lain untuk mengunjungi Nusantara. Siapakah bangsa tersebut?

yaitu peradaban Dravidian, Sino-Tibetan, dan etnis Semit.Dalam dunia modern, peradaban Dravidian lebih akrab kita kenal dengan nama India, sementara peradaban Sino-Tibetan kita kenal sekarang dengannama Tionghoa, dan etnis Semit direpresentasikan dalam dunia modern pada budaya di Asia Tengah seperti Arab dan Yahudi.

Lalu siapa nenek moyang orang Indonesia sebenarnya?

Berbicara soal nenek moyang orang Indonesia, tentu menjawabnya agak rancu. Karena keragaman etnis di negri ini. Jika berdasarkan kelompok masyarakat paling lama di Nusantara, tentu Homo Erectus yang pantas disebut pribumi. Namun bila berdasarkan manusia modern, orang Melanesia lah yang terlebih dulu datang ke Nusantara. Loh jadi cuma orang Melanesia (Papua) yang jadi pribumi di Indonesia?

Pada hakikatnya ras yang ada di Indonesia merupakan orang pendatang

Tanah air Indonesia kita dulunya ini awalnya tanah tak bertuah. Beragam ras datang ke Nusantara silih berganti. Kelompok masyarakat tersebut datang, bermukim dan menyebut Nusantara sebagai rumahnya. Begitu juga dengan kelompok masyarakat yang datang setelahnya.

Orang Cina, India dan Arab merupakan pendatang. Begitu juga rumpun Melanesia (Papua) dan Melayu (Austronesia), mereka juga awalnya pendatang di Bumi Nusantara ini. Ya kalau mau mengulang sejarah jauh kebelakang, manusia di Bumi juga pendatang. Datang dari surga membawa akal pikiran yang mampu memimpin dunia ini.

Dan khususnya di Indonesia, Berbagai kekuasaan jatuh bangun dari jaman kerajaan, Hindia Belanda, sampai pemerintahan Indonesia sekarang masing-masing mengklaim bahwa tanah air ini sebagai rumahnya. Perlu kita tahu, keanekaragaman yang bangsa kita miliki merupaka hasil dari asimilasi budaya. Menerima kebudayaan baru, Sehingga menghasilkan pencampuran budaya yang sampai kini kita yakini sebagai identitas bernama Indonesia. Tentu semua ini merupakan kekayaan yang mesti terus di lestarikan. Bukan hanya sibuk berdebat siapa yang paling pantas menjadi pribumi. Karena tokh, sebutan pribumi hanya akal-akal sejak jaman Hindia Belanda.

Demikian pembahasan panjang yang sudah saya rangkum. Perlu diketahui, saya bukanlah sejarawan maupun antropolog. Saya cuma ingin tahu sejarah bangsa ini lebih jauh. Dan mencoba berbagi di blog ini, jadi sama-sama belajar ya. Semoga aja kita dapat manfaatnya ya, Semangat!!

Sumber: zenius.net , ilmusiana.com

Jumat, 10 November 2017

Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya, Sedangkan Orang Miskin Tetap Miskin?



Kaya dan miskin tentu sudah hal biasa di tengah-tengah masyarakat. Namun mungkin yang masih sering dipertanyakan bagi orang-orang awam seperti saya ini, mengapa orang kaya gampang banget kaya-nya malah makin tambah kaya. Sedangkan yang miskin ya tetap miskin, gitu-gitu aja.

Membahas tentang si kaya dan miskin, mengapa kehidupannya jauh berbeda. Tentu kita tahu di negara kita ini masih ada ketimpangan ekonomi. Mengutip dari Hipwee.com (9/11/2017) Ternyata, sebagaimana dilaporkan The Jakarta Post disini, ketimpangan pendapatan di Indonesia juga meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonominya. Pada tahun 1999, misalnya, koefisien Gini Indonesia tercatat berada di angka 0,31. Di tahun 2009, angka ini naik sebesar 0,06 ke 0,37. Satu tahun setelahnya, koefisien Gini Indonesia menunjukkan angka 0,38. Tahun 2011 kembali menunjukkan peningkatan koefisien Gini ke angka 0,41.

Padahal, PBB menetapkan angka 0,4 sebagai “batas aman” koefisien Gini. Jika suatu negara melebihi angka tersebut, kondisi ekonominya bisa berakibat buruk bagi stabilitas sosial-politiknya.

Penting diketahui, koefisien GINI itu maksudnya sebuah mekanisme statistik yang memberikan cara untuk mengukur pemerataan pendapatan di sebuah negara. Indeks Gini memiliki 2 koefisien: 0 hingga 1. Koefisien 0 menunjukkan bahwa sebuah masyarakat memiliki tingkat pemerataan pendapatan sempurna, sedangkan koefisien 1 menunjukkan ada ketimpangan pendapatan yang parah di dalam sebuah masyarakat.

Dan tahukah kamu? Meski ketimpangan ekonomi di Indonesia masih berjarak jauh. Namun penyebab mengapa si kaya semakin kaya sedangkan si miskin tetap miskin, bukan hanya karna pemerintahan yang belum mampu mensejahtrakan rakyatnya. Boleh jadi mengapa seseorang kaya atau miskin itu karena dirinya sendiri.

Stop dulu menyalahkan pihak lain, mengapa orang kaya semakin kaya sedangkan orang miskin tetap miskin? Itu karena pola pikir, kemauan, gaya hidup dari masing-masing pribadi itu sendiri.

Selama ini barangkali kita setiap bertanya sama orang tua dan teman-teman dekat kita tentang mengapa orang kaya itu bisa makin kaya, tapi jawabannya selalu mentok "emang dari sananya". Tentu sebuah jawaban yang tidak memuaskan.

Meski kaya dan miskin itu sudah takdir dari setiap orang. Namun setiap takdir tentu tidak instan. Ada jalannya untuk mencapai takdir tersebut. Orang kaya juga meski takdirnya menjadi orang kaya, namun tidak serta merta menjadi orang kaya. Kecuali kalau kamu terlahir di keluarga berada. Itu lain ceritanya.

Ngomong-ngomong takdir, takdir itu gak kayak nunggu tukang ojek yang datang sendiri menjemput kita. Justru kamu harus menjadi selayaknya tukang ojek yang harus menjemput penumpang. Jemputlah takdir itu!!

Intinya kebiasan-kebiasan baik atau buruklah yang menuntun kita menjadi kaya atau miskin. Dan semua itu akan merujuk pada pertanyaan mengapa orang kaya semakin kaya, sedangkan orang miskin tetap miskin ? Karena berikut ini

Orang kaya punya tujuan yang jelas sementara orang miskin tidak memiliki kontrol

Orang kaya memiliki visi atau tujuan yang jelas. Percaya gak percaya mereka ini gak segan untuk membayangkan kehidupan impian di kepalanya. Segudang rencana terjejer rapi untuk segera direalisasikan. Ketika menemui masalah juga mereka gak gampang menyerah karena selalu ada rencana-rencana selanjutnya.

Sedangkan sifat demikian tidak dimiliki oleh orang dengan ekonomi kebawah. Mereka cenderung tidak punya kontrol akan hidupnya. Visinya juga kurang jelas. Mereka menjadi kebingungan akan apa yang mereka lakukan.

Dan jika diringkas tentang perbedaan kaya dan miskin ini. Orang yang akan menjadi kaya beneran biasanya memiliki mimpi yang besar, atau lebih lengkapnya berani bermimpi. Selalu melihat peluang bukan hanya rintangan. Dan siap menang kapanpun.

Perbedaan yang mencolok biasanya terlihat pada si kaya dan si miskin mendapat penghasilan. Ketika si kaya memanfaatkan penghasilannya untuk membeli sesuatu yang bertambah nilai, seperti cici rumah, tanah dll.

Sementara dari pihak berbeda, mereka cenderung buru-buru cicil motor, mobil, hp baru, tas branded, dll, meskipun barang-barang tersebut tidak memiliki kebutuhan yang urgent. Ini yang membuat si miskin akan tetap miskin.

Walaupun kita lihat, biasanya orang kaya yang sering bergaya dengan barang-barang mewah. Itu karena uangnya berlebih, sementara kebutuhan pokoknya sudah tepenuhi. Sedangkan di kita, orang-orang biasa. Sejauh yang saya lihat, ketika punya uang lebih sedikit saja sudah sibuk mengambil cicilan barang-barang yang tidak terlalu diperlukan.

Disamping itu kemauan dan komitmen yang kuat berpengaruh dalam kesuksesan pada diri seseorang. Dalam hal ini pendidikan masih penting diperjuangkan. Walaupun beberapa kasus, ada orang kaya kaya meski tidak menempuh pendidikan tinggi. Namun bukan berarti berhenti belajar.

Dan pada akhirnya, miskin dan kayanya seseorang ditentukan dari rejekinya masing-masing. Ketika 2 orang sama-sama berjuang. Namun mengapa nasibnya berbeda. Tapi yang perlu diingat, hasil tidak akan menghianati usaha. Dan kaya dan miskin hanya soal waktu.

Senin, 06 November 2017

Bisakah Manusia Menggali Bumi Menembus ke Sisi Lainnya?

Sebuah pertanyaan nyeleneh yang mungkin pernah ada dibenak kita sedari kecil atau malah sudah dewasa kini masih kepikiran ide gila "mengebor" Bumi sampai tembus ke sisi lainnya. Aduu sudah kayak goyang Inul aja ya, goyang ngebor.

Tapi kamu gak perlu merasa gila sendirian jika punya pikiran untuk menggali Bumi sampai tembus. Misalnya kita di Indonesia melubangi bumi terus tembus sampai Amerika atau entah ke laut belahan Bumi lainnya.

Kabarnya kisah demikian sudah pernah dilakukan oleh sekelompok orang. Mengutip dari liputan6.com (4/11/2017) sekelompok ilmuwan di Peninsula, Rusia pada 1970-an pernah melakukan proyek untuk 'melubangi Bumi' niat awal mereka ingin melubangi Bumi sedalam mungkin bila perlu sampai tembus.

Namun di tengah jalan mereka berhenti di kedalaman 12 km. Konon dikedalaman tersebut suhu mencapai 1000 derajat Celcius. Dan yang membuat mereka ketakutan sampai menghentikan proyek gila ini sebab mereka mendengar suara jutaan orang sedang disiksa. Akhhh.. Seperti lagi di neraka!!

Kabarnya sih kisah tersebut pada umumnya bohong. Namun 1 kebenaran terselip dalam kisah tersebut bahwa Soviet pernah berencana 'melubangi' Bumi. Namun berhenti di kedalaman 12 km. Kedalaman tersebut hanya 0,1 dari kedalaman Bumi yang dibutuhkan untuk menembus Bumi.

Untuk sekarang usaha menggali menembus Bumi bisa dibilang mustahil. Karena siapapun yang menggali menembus Bumi akan menemui kendala yang mustahil dilewati. Yakni panasnya inti Bumi. Perlu kamu tahu, kita yang selama ini enak-enak tinggal di kerak Bumi dengan suhu pas seperti sekarang. Didalam bumi ini ada yang namanya perut, inti dan dalaman Bumi yang memiliki suhu WOW. Dengan teknologi manusia seperti sekarang, mustahil untuk melubangi Bumi sampai tembus kesisi lainnya lagi. Tuh lihat, saya sampi tulis kata "mustahil" sampai 3 kali.

Jika kita bisa berandai-andai Bumi ini bisa digali sampai tembus. Akan ada sebuah terowongan yang seolah-olah membelah Bumi. Abaikan dulu proses menggalinya.



Terowong gravitasi akan tercipta jika Bumi berhasil ditembus. Namun hal ekstrim lainnya masih berlanjut. Gravitasi dalam terowong tersebut akan melemah jika melewati inti Bumi. Seseorang yang memasuki terowongan "penembus Bumi" dibayangkan seperti pendulum. Pastikan seseorang yang memasuki terowongan tersebut untuk segera keluar kalau tidak ingin terombang-ambing kesana kemari. Rasanya sakit loh kalau diombang-ambing tanpa arah, apalagi digantung perasaan ini *eh.

Namun terowongan gravitasi tersebut hanya sebatas teori. Karena faktanya belum ada manusia yang mampu menggali Bumi dari satu sisi ke sisi lainnya lagi.

Beberapa proyek ambisius lainnya untuk menembus Bumi pernah dilakukan. Dikutip dari bibliotika.com (5/11/2017) pengeboran lain juga dilakukan laut Kaspia, dan mencapai kedalaman yang setara dengan yang terjadi di Peninsula. Kemudian ada pula pengeboran yang ditujukan untuk keperluan riset, di Bertha Rogers, Oklahoma, Texas, dengan kedalaman 9.583 meter.

Selain di darat, manusia juga dapat melakukan pengeboran di laut. Biasanya dengan mendirikan pangkalan bor di laut, yang biasa disebut rig, atau mengebor melalui kapal. Joint Oceanographic Institute, lembaga yang bergerak dalam bidang penelitian ilmiah, pernah melakukan pengeboran di laut Kaspia dengan menggunakan kapal Joides Resolution yang memiliki tujuh lantai.

Sejauh ini rekor terdalam menggali Bumi sampai 12 km di Peninsula. Dan belum ada yang berhasil menembus Bumi ini. Entahlah kalau dimasa depan. Kalau sekarang dan dengan teknologi sekarang, jangan mimpi deh untuk menggali Bumi sampai tembus kesisi lainnya. Anggap saja seperti dongeng sebelum tidur.

Kamis, 02 November 2017

Mengapa Nasi Menjadi Makanan Pokok Orang Indonesia



Nasi itu sudah ibarat "nyawa" bagi orang-orang Indonesia. Masyarakat kita kebanyakan sering tidak bisa jauh dari makanan putih kecil yang pulen ini. Rasanya jika belum ketemu nasi, belum bisa disebut makan.

Jika kamu termasuk orang yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Setelah seumur hidup ini makan nasi terus, Pernah kepikiran tidak sih mengapa mayoritas masyarakat Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokoknya? Padahal ada sagu, ketela/ubi, jagung, dll.



Alasan pertama karena Indonesia negara agraris dimana petani padi lebih banyak dibanding petani gandum. Itulah sebab mengapa Masyarakat Indonesia banyak makan nasi bukan roti. Namun penting diketahui, nasi bukanlah makanan pokok asli Indonesia. Melainkan dulu orang Indonesia lebih sering makan sagu.

Lantas, mengapa sekarang orang Indonesia lebih banyak makan nasi?

Tentu untuk mengetahuinya, perlu rasanya untuk melihat kembali sejarah Indonesia sejak wilayahnya ini disebut Nusantara.



Dahulu, masyarakat di kawasan Nusantara lebih mengandalkan berburu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan bercocok tanam kala itu tidak terlalu familiar. Kebayang gak sih betapa banyak orang yang terkena kolestrol jahat pada saat itu, eh saat itu sudah ada kolestrol belum ya?

Namun semua mulai berubah sejak bangsa Austronesia bermigrasi ke kawasan Nusantara. Barulah masyarakat mengenal teknologi pertanian dan cara bercocok tanam.

Sesuai informasi dari goodnewsfromindonesia.id (31/10/2017) Menurut peneliti sagu Indonesia Prof. Nadirman Haska, beras sebenarnya mulai marak di Indonesia sejak datangnya para pedagang dari India ke Indonesia beberapa abad silam. Hal ini bisa dibuktikan dari relief di Candi Borobudur tentang palma kehidupan, yakni nyiur, lontar, aren, dan sagu. Beras kemudian menjadi komoditi atau hasil tani utama pada masa Kerajaan Majapahit.



Namun seperti sudah dijelaskan diawal, perlu diketahui bahwa beras yang selama ini "di dewa kan" oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai makanan pokok. Pada kenyataannya, Beras bukanlah makanan pokok asli Indonesia. Melainkan Sagu.

"Sagu itu makanan asli Indonesia. Itu terpahat jelas di relief Candi Borobudur. Saat kerajaan Hindu masuk, orang India bawa beras ke sini," kata Nadirman. Menurutnya, dari awal sebelum makan nasi, masyarakat Indonesia sudah terlebih dahulu makan sagu.

Fakta sejarah itu tak lepas dari cadangan pohon sagu alami yang bisa menjadi sumber karbohidrat alternatif, pengganti beras. Indonesia memiliki 1,4 juta hektar (ha) lahan sagu yang tersebar di hutan tropis Sumatera, Kalimantan, Maluku hingga Papua. Namun, Papua dan Papua Barat menyimpan cadangan 1,2 juta ha.

Dan pada akhirnya beras menjadi makanan pokok yang paling utama bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Terbukti dengan konsumsi beras Indonesia menjadi salah satu terbanyak didunia. Menurut informasi dari Indonesia-investment.com (1/11/2017) konsumsi beras Indonesia mencapai 150 kg/kapita/tahun. Hanya Vietnam, Myanmar dan Bangladesh yang melebihi konsumsi beras Indonesia.

Mungkin bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, makan nasi hukumnya wajib. Sejak kecil masyarakat kita sudah di doktrin untuk makan Nasi setiap hari. Jadi menjadi amat susah untuk tidak makan nasi. Terlebih lagi mindset yang selama ini sudah melekat pada masyarakat, jika makan nasi berarti orang mampu, ketimbang mereka yang hanya makan ubi atau ketela akan dianggap orang susah. Mau gimana lagi? Makan nasi memang sudah menjadi budaya turun menurun di negara kita.